Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Posts Tagged ‘islam

Teknik Mengetahui Kebenaran Suatu Agama

with one comment

Manusia dalam memahami suatu kebenaran selalu menganut sistem “ilmiah” alias bukti nyata yang bisa dinalar dengan logika. Begitu pun juga dengan Agama. Agama merupakan suatu kebenaran yang besar dan “sangat” ilmiah.

Namun demikian, keberadaan Agama dalam kehidupan ini tidak jauh berbeda dengan keberadaan hal-hal yang lainnya. Yakni, setiap hal pasti ada tiruannya. Seperti suku cadang sepeda motor, ada yang asli (genuine) dan ada juga yang palsu. Dan konsumen harus bisa membedakannya, karena kedua barang tersebut bukanlah hal yang sama -meski serupa (dalam hal bentuk, fungsi, dll).

Begitu juga dengan hal Agama, ada banyak sekali Agama dalam hidup ini, dan -Anda setuju atau tidak- yang ASLI hanya satu.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by Amir

5 November, 2012 at 09:13

Metodologi Kebenaran [4-habis]: Analisa Kebohongan-Kebohongan Besar dalam Hidup

leave a comment »

Telah dekat kepada manusia hari perhitungan segala amal perbuatan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). (Qur’an Surat Al-Anbiyaa’: 1)

Artikel ini merupakan penyempurna dari artikel “Metodologi Kebenaran”. Sehingga pada akhirnya nanti, kita akan menjadi SEMAKIN tahu dan SEMAKIN yakin mana yang memang benar-benar “benar”, mana yang memang benar-benar “salah”, dan mana yang ada di antara keduanya, yakni yang seolah-olah benar tapi sebenarnya salah (baca: meragukan/rancu/konslet/error/invalid).

Dalam membahas kebohongan-kebohongan besar ini, saya mengutip sebagian isi al-Qur’an, karena ia merupakan literatur (baca: referensi) kebenaran yang “stabil” sepanjang masa (karena Qur’an hanya punya satu versi dan tak pernah berubah selama 14 abad). Kemudian, saya juga akan mengutip dari beberapa hadits, dan literatur sejarah untuk topik bahasan tertentu. Dan tak luput juga, akan saya sertakan beberapa analogi sederhana untuk mempermudah dalam pemahaman artikel ini.

Al-Qur’an memiliki kapabilitas (kemampuan) yang besar dalam menganalisa suatu kebenaran dan kebohongan. Mengapa? Karena ia tak hanya mampu menganalisa kebohongan-kebohongan yang berada di luar Islam, seperti yahudi, nasrani, dan penyembah berhala. Bahkan ia juga bisa menganalisa kebohongan yang dilakukan oleh orang-orang Islam itu sendiri. Karena meskipun Islam adalah agama yang benar, tapi al-Qur’an tidak pernah menyatakan bahwa semua orang Islam itu benar. Dan sebab itulah, kebohongan-kebohongan orang Islam juga perlu dianalisa.

Apakah sebagai orang Islam, saya kurang adil dalam menganalisa kebohongan-kebohongan besar? ❓
Baca entri selengkapnya »

Metodologi Kebenaran [3]: Analisa Kebenaran-Kebenaran Besar dalam Hidup

leave a comment »

Artikel ini merupakan INTI dari artikel Metodologi Kebenaran. Sebab itu, jika Anda tidak memahami kedua artikel sebelumnya (Metodologi Kebenaran [1] dan Metodologi Kebenaran [2]), maka –sepertinya– tak akan banyak gunanya Anda membaca artikel ini.

Ada beberapa kebenaran yang besar dalam hidup ini yang seringkali diragukan oleh kebanyakan manusia, yakni:

  1. Apakah Islam itu memang agama yang benar? Apakah landasan kebenarannya?
  2. Apakah Qur’an itu memang benar-benar Wahyu?
  3. Bagaimana tentang peristiwa Isra’ Mi’raj? Apa bisa dijelaskan lebih jauh?
  4. Apakah Kiamat itu benar-benar akan terjadi?
  5. Apakah Surga dan Neraka itu ada?

Bagaimanakah analisa kebenarannya?
Baca entri selengkapnya »

Metodologi Kebenaran [2]: Hal-hal penting yang harus diketahui oleh pencari kebenaran

with 2 comments

Selain mengetahui kriteria dari "Kebenaran", ada beberapa hal penting yang harus diketahui oleh pencari kebenaran agar ia tak berputus asa dalam mencari kebenaran dan mempertahankannya (baca: membuang keraguan). Konsistensi (baca: terus-menerus) dalam mengkaji dan memperbandingkan literatur-literatur kebenaran serta mengikutinya merupakan hal paling penting yang harus dilakukan oleh seseorang untuk memperjelas dan memperbesar keyakinannya terhadap suatu kebenaran.

Sebagian besar orang menganggap bahwa kebenaran yang besar (seperti keesaan Allah, surga, neraka, kiamat) itu tidak nampak atau tersembunyi, padahal merekalah yang sebenarnya tidak mau membuka matanya lebar-lebar (baca: berfikir) untuk melihatnya. Ini seperti orang yang tak percaya terhadap kebenaran “angin itu ada” hanya karena ia tidak pernah melihatnya. Padahal angin ada di mana-mana. Sesuatu yang paling dekat yang ada di hadapan mata Anda saat ini bukan monitor, melainkan “Angin”. Yang paling dekat yang berada di samping Anda pun juga “angin”, dalam rongga-rongga tubuh Anda juga mengandung angin, dan bahkan dalam aliran-aliran darah Anda mengandung “angin” (oksigen). Kita juga bernafas dengan angin. Sekarang apakah Anda tidak percaya terhadap kebenaran “angin itu ada” hanya karena alasan klasik, “karena tidak melihatnya”?
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

15 Maret, 2010 at 05:49

Ditulis dalam Renungan

Tagged with , , , , , , , ,

Metodologi Kebenaran [1]: Konsep Umum dalam Memahami Kebenaran

with 2 comments

Artikel ini akan memaparkan Konsep Umum dalam memahami suatu kebenaran, yakni melalui analisa ilmiah yang mengacu pada bukti konkrit agar bisa diterima dan dipercaya. Metode yang dipakai dalam artikel ini dimulai dengan pendekatan contoh-contoh sederhana yang relevan (sesuai kenyataan yang ada) dan tak diragukan lagi kebenarannya (baca: “tak terbantahkan”). Dan kemudian diterapkan kepada model kebenaran yang besar pada akhirnya nanti. Sehingga bisa diperoleh pemahaman lebih baik tentang kebenaran yang besar tersebut.

Sebenarnya, dalam kehidupan manusia yang sangat nyata ini ada banyak sekali kebenaran, mulai dari yang terkecil –semisal kebenaran sebuah operasi matematika sederhana- hingga kebenaran yang terbesar (konsep ketuhanan, Kiamat, Akhirat). Namun anehnya, sebagian besar manusia lebih mempercayai kebenaran yang kecil ketimbang kebenaran yang besar. “Rabun Jauh” tidak hanya bisa diderita oleh mata kepala, tapi juga bisa dialami oleh Mata Hati. Sebab itulah, diperlukan kacamata agama untuk memahami masa depan (baca: akhirat).

Manusia selalu dituntut untuk menemukan kebenaran dengan memanfaatkan potensi akalnya yang besar, kemudian mengikuti kebenaran tersebut untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik, yakni kebahagiaan yang abadi. Hal ini harus ia lakukan selama ia masih memiliki sisa waktu (baca: umur) dalam hidupnya. Inilah tujuan utama dalam kehidupan manusia. Jika tidak demikian adanya, maka ketahuilah bahwa sebenarnya, algoritma kehidupan manusia hanya berujung pada dua hal, yakni Kebahagiaan Abadi (Surga) atau Kesengsaraan Abadi (Neraka). Dengan kata lain, kehidupan manusia adalah kehidupan yang memiliki awal, namun TIDAK memiliki ujung. Kematian bukanlah akhir dari kehidupan manusia, melainkan sebuah awal dari versi kehidupan yang lain, sebagaimana proses “kelahiran bayi” yang merupakan awal dari “kehidupan dunia” setelah ia menjalani “kehidupan alam kandungan (baca: rahim)”.
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

11 Maret, 2010 at 19:33

[Artikel Spesial]: Bagi Mereka yang Hobi Mencaci Muhammad dan Risalahnya

with 20 comments

ARTIKEL INI KHUSUS BAGI MEREKA YANG HOBI MENCACI MUHAMMAD DAN RISALAHNYA

Beberapa waktu lalu, saya menjumpai berbagai macam tuduhan dan cemoohan terhadap Muhammad dan juga terhadap ajaran yang dibawanya, Islam. Hal tersebut terutama di beberapa situs web anti Islam yang mengkhususkan diri dalam kegiatan seperti itu.

Namun demikian, kualitas cacian mereka yang amatiran itu membuat saya ragu apakah mereka itu memang benar-benar mencaci atau cuman membual saja.

Hal ini terlihat dari kosa kata kotor mereka yang terbatas, pas-pasan, dan hanya muter-muter di topik yang itu-itu saja, basi.

Inilah mungkin juga yang menyebabkan mereka tidak masuk rekor MURI untuk kategori kreativitas dalam memberikan cacian. Cacian mereka tak bermutu, dan aktivitas mereka itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan katak yang bernyanyi dalam tempurung.

Artikel ini akan mengusut setuntas mungkin perihal tuduhan kosong yang paling sering mereka lontarkan selama ini.
Baca entri selengkapnya »

Kronologi Terbentuknya Takdir

with 8 comments

Akhirnya, saya ditakdirkan untuk menulis artikel tentang takdir.

Jika Anda berfikir bahwa artikel ini menyangkut masalah kriminalitas, maka ketahuilah, sepertinya Anda benar!

Artikel ini akan membahas, terutama, tentang tindak kejahatan tingkat 1 yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri. Yakni, melalui prosedur hukum kehidupan yang jelas, tidak bertele-tele, dan tidak diragukan lagi keadilannya, yakni T A K D I R .
Baca entri selengkapnya »

[PENJABARAN] Rumus Umum: “Bagaimana Mematahkan Tuduhan Palsu Terhadap Islam” [2-Habis]

leave a comment »

Ini adalah lanjutan dari artikel [PENJABARAN] Rumus Umum: “Bagaimana Mematahkan Tuduhan Palsu Terhadap Islam” [1].
Dan hanya akan memfokuskan tentang penjabaran dengan sub pertanyaan yang pertama, yakni:



1. Apakah dia (si pemberi tuduhan) buta huruf (tak mengenyam pendidikan formal sedikitpun) seperti Muhammad saw. yang ummi (buta huruf)?

Ketahuilah, bahwa inilah yang menjadi kunci utama dari rumus yang saya utarakan. Sebab itu, jika Si Pemberi Tuduhan tersebut telah terkualifikasi dengan pertanyaan no. 2 s/d no. 5, maka sepertinya ia tak akan lolos dari pertanyaan no. 1 ini. Pertanyaan ini terdengar seperti aib (kekurangan/kelemahan/cacat) yang terlalu dibesar-besarkan. Namun, mungkin Anda akan sangat terkejut dengan makna dibalik pertanyaan ini, yang merupakan penyempurna mukjizat beliau, Muhammad saw.

Lantas, apa maksud pertanyaan no. 1 ini?

Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

20 Januari, 2010 at 12:29

Rumus Umum: “Bagaimana Mematahkan Tuduhan Palsu Terhadap Islam”

with 2 comments

Akhir-akhir ini banyak beredar di internet tentang tuduhan-tuduhan palsu terhadap Islam. Dan seperti biasa, tuduhan-tuduhan itu seperti virus manis yang berusaha menghancurkan fundamental (dasar/pokok/inti) keimanan kita. Dan saya sebagai seorang muslim merasa tertarik untuk menganalisa pokok permasalahan tersebut sehingga pada akhirnya dapat dibentuk Rumus Umum untuk pemecahan masalah tersebut.

Pemenuhan terhadap persyaratan berikut ini menunjukkan bahwa tuduhan yang dilontarkan tersebut berada dalam level “SERIUS”, dan jika tidak terpenuhi, maka tuduhan tersebut berada dalam level “ISENG”.

Rumus Umum Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

11 Januari, 2010 at 14:25

Ditulis dalam Realitas Islam

Tagged with , , , , , ,

Melihat Bentuk Persepsi Umat Kristen terhadap “Islam”

with 14 comments

Artikel ini tidak dibuat untuk memojokkan golongan tertentu, ataupun menyanjung golongan tertentu secara berlebihan. Saya menulis artikel ini ibarat seorang wasit berkebangsaan Brazil yang sedang mengawasi pertandingan antara Brazil dan PSSI –walaupun hal itu tak pernah terjadi. Jadi, jelas pemenangnya ditentukan oleh jumlah goal gawangnya, bukan oleh negara asal kesebelasannya.
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

9 Januari, 2010 at 10:58