Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Posts Tagged ‘hikmah

Konsep Kehidupan Akhirat

with 2 comments

Kehidupan akhirat sudah cukup sering disinggung pada artikel-artikel sebelumnya. Dan artikel ini hanyalah penegasan agar seseorang memiliki perbandingan logika yang kuat dan benar dalam memahami suatu “bentuk” atau “versi” kehidupan lain yang abadi tersebut, yakni kehidupan akhirat.

Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang nyata, seperti kehidupan kita di dunia ini, namun lebih sempurna. Ia merupakan versi kehidupan yang lebih stabil (baca: lebih baik) daripada kehidupan dunia. Namun demikian, keberadaan atau pengetahuan tentang kehidupan akhirat yang merupakan perkara yang masih “ghaib” (tersembunyi) telah menjadikan kebanyakan manusia ingkar (baca: tidak percaya) akan keberadaannya. Dengan kata lain, kebanyakan manusia tidak percaya bahwa kehidupan akhirat itu ada. Kebanyakan mereka menganggap bahwa kehidupan akhirat itu hanyalah sebuah dongeng, cerita fiksi, anekdot atau bahkan Hoax (kekonyolan).
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

6 Juni, 2010 at 21:08

Bagaimana Mengunyah Perkataan yang “Tidak Enak”?

leave a comment »

Hal yang juga paling menantang dalam kehidupan seseorang adalah ketika ia harus berhadapan dengan perkataan yang “Tidak Enak”, yakni yang menyakitkan hati, memilukan, dan menyebalkan.

Secara definisi, perkataan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengindikasikan (menyatakan) suatu isyarat, baik melalui suara, tulisan, simbol, sandi (kode), dll. Dengan kata lain, perkataan merupakan segala bentuk komunikasi, baik yang formal (umum) ataupun non-formal (tidak umum).

Perkataan menganut aturan-aturan yang jelas melalui unsur-unsur tata bahasa. Dan klarifikasi (pembagian) bahasa tersebut terbagi dalam dua jenis, yakni bahasa yang baik dan bahasa yang buruk. Dari sinilah nilai suatu perkataan ditentukan. Dan pengertian “Bahasa” di sini bukan hanya bahasa manusia, tapi segala macam bahasa.

Selain itu, perkataan tidak hanya dikenal dalam kehidupan manusia, dunia hewan juga mengenal perkataan. Dan antara manusia dan hewan juga ada transmisi (komunikasi) perkataan. Lihatlah ketika seekor harimau melompati sebuah “lingkaran api” dalam sebuah atraksi sirkus setelah pelatihnya memberikan perkataan (yakni, aba-aba) kepadanya. Kemudian, selain itu, dunia komputer pun juga mengenal perkataan. Istilah perkataan dalam dunia komputer lebih dikenal dengan istilah programming (pemrograman). Dan alur-alur bahasa pemrograman (baca: perkataan) dalam dunia komputer sering disebut dengan script atau code. Misal, jika Anda mengetikkan script (tulisan) http://www.codenamezero.wordpress.com pada address bar browser Anda (misal Internet Explorer, Opera, FireFox, dll). Script tersebut mengindikasikan (menandakan) bahwa Anda sedang berkata kepada komputer Anda untuk mengunjungi halaman website yang sedang Anda lihat ini. Atau dengan cara lain, misalnya meng-klik linknya, maka Anda telah berkata kepada komputer Anda dengan maksud yang sama.

Jadi definisi “perkataan” sebenarnya sangat luas. Bahkan bunyi dering handphone Anda ketika ada panggilan atau SMS masuk, menandakan bahwa sebenarnya handphone Anda tersebut sedang berkata-kata kepada Anda yang artinya, “Aku ingin bicara empat mata denganmu, sekarang!” Atau tentang simbol-simbol alam di sekitar Anda, misal saat angin sepoi-sepoi berhembus menerpa tubuh Anda, bisa saja itu ditafsirkan sebagai suatu perkataan yang artinya, “oh, sayang.” atau bisa jadi, “oh, kasihan.” 😯 Atau juga tentang kicauan burung yang merupakan perkataan (baca: bait-bait puisi) yang seringkali tidak dimengerti oleh kebanyakan orang. 😕

Bagaimana dengan “angin topan” atau “kobaran api” yang memusnahkan pemukiman penduduk, apakah itu juga perkataan? 😯 Itu adalah perkataan yang sangat mengerikan yang mungkin saja artinya, “Aku muak dengan keberadaan kalian di sini!” 😯 Sebab itu, berhati-hatilah dengan angin, dan jangan suka bermain api! 😕

Sehingga, definisi “perkataan” yang sebenarnya adalah segala bentuk komunikasi, baik bisa dipahami ataupun tidak. Dan pemahaman ini menuntut suatu pengetahuan (metodologi) tersendiri. Misal, Anda tidak akan bisa memahami perkataan orang jepang kalau Anda tidak punya pengetahuan (baca: ilmu) tentang bahasa Jepang. Anda tidak akan bisa memahami perkataan orang bisu kalau Anda tidak punya pengetahuan tentang arti (baca: maksud) simbol-simbol gerakan-gerakan anggota badan (dalam aturan tata bahasa orang bisu). Anda juga tidak akan bisa memahami perkataan alam, kalau Anda tidak punya pengetahuan tentang ilmu Geofisika. Dan bahkan, Anda tidak akan bisa memahami perkataan al-Qur’an jika Anda tidak mempelajarinya (baik dengan cara mendengar ceramah, atau membaca kitab terjemahan) dan memikirkannya (merenunginya) maknanya. Karena sebenarnya Allah juga memberikan perkataan (baca: berfirman) kepada manusia, tapi kebanyakan manusia tidak tahu (yakni, karena tidak belajar atau karena tidak mau tahu).

Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada tahu. (QS. Saba’: 28)

Padahal, Allah telah mempermudah perkataan (bahasa) al-Qur’an agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. al-Qamar: 17)

Tapi kebanyakan manusia mengabaikannya (tidak memikirkan, mempelajari atau merenungkannya).

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari ayat (tanda-tanda) kekuasaan-Ku. Jika mereka melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai (cuek) terhadapnya. (QS. Al-Maidah: 146)

Dan manusia memang lebih suka berpaling dari kebenaran.

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Qur'an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya). (QS. Al-Isra’: 89)

Okay,
Itulah selayang pandang tentang definisi perkataan yang sesungguhnya. Namun, artikel ini hanya akan mengulas satu macam perkataan manusia yang sangat umum dan paling merusak perasaan (hati). Yakni tentang perkataan manusia yang tidak enak, yang memiliki berbagai macam bentuk (misal: cacian, penghinaan, ejekan, sindiran bermakna negatif, dll). Karena pada dasarnya, setiap orang bisa menikmati “perkataan yang tidak enak”. kalau saja ia tahu resep-nya. 😀
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

29 April, 2010 at 19:54

Rahasia Patah Hati

with 8 comments

Artikel ringan khusus untuk menghibur mereka yang sedang mengalami patah hati.

Polemik internasional yang sering melanda dunia percintaan anak muda saat ini adalah masalah patah hati. Sebab itu, agar kita benar-benar paham tentang apa itu sebenarnya patah hati, maka kita perlu menganalisanya secara detil.

Patah hati berasal kata patah dan hati. Kata “patah” adalah kata sifat (adjective) yang berarti rusak (kacau) atau keadaan yang tidak sebagaimana mestinya (tidak normal). Contoh, Ranting pohon itu telah patah. Yang berarti, ranting pohon itu telah rusak. Sedangkan kata “hati” adalah kata benda (noun) yang berarti perasaan. Contoh, Orang itu suka makan Hati. Yang berarti, orang itu suka makan perasaan orang lain (baca: suka membuat sedih perasaan orang).

Sehingga patah hati merupakan frase (gabungan kata) tidak setara karena disusun oleh dua kata yang berlainan, yakni kata sifat dan kata benda. Dan patah hati bisa diartikan dengan suatu keadaan perasaan yang rusak (kacau) atau tidak sebagaimana mestinya.

😕 Yach…, semua orang sudah tau itu! please deh, ini ‘kan bukan pelajaran Bhs. Indonesia!

Intermezzo (basa-basi) sedikit kan gak apa-apa. ➡
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

23 April, 2010 at 14:13

Kadar Cinta yang Ideal

with 4 comments

Cinta adalah komponen penting dalam perasaan (baca: hati) manusia. Ia bisa diibaratkan seperti katalis (pemercepat reaksi) dalam suatu reaksi kimia. Dan manusia juga tak mungkin hidup tanpa cinta. Paling tidak, ada satu tipe cinta yang pasti akan selalu ada dalam hati setiap orang, yakni cinta terhadap diri sendiri (egoisme: baik yang positif atau negatif).

Apakah masih ada tipe-tipe cinta lain dalam diri seseorang?

Tentu saja ada, semisal cinta terhadap kekasih pujaan hati (suami/isteri), cinta terhadap keluarga, cinta terhadap pangkat/jabatan, cinta terhadap pekerjaan, cinta terhadap harta kekayaan, dll. Sebab itu, diperlukan pengaturan (manajemen) terhadap perasaan-perasaan cinta tersebut. Mengapa demikian? Hal ini untuk menghindari bentrokan (conflict) antar cinta yang satu dengan cinta yang lain. sehingga, jika kadar (baca: prioritas) dari cinta-cinta tersebut tidak seimbang (ideal), maka ia hanya akan menimbulkan kekacauan dalam kehidupan orang yang bersangkutan. Bukankah Anda sering mendengar tentang seseorang yang mati konyol karena cinta? Atau tentang seseorang yang gila (sakit jiwa) karena cinta? Atau mungkin juga orang yang bangkrut karena cinta?? Cinta terkadang memang mematikan…, atau mungkin menyebalkan. :mrgreen:
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

21 April, 2010 at 14:27

Syarat Orang Bahagia

with 4 comments

Kebahagiaan adalah dambaan setiap orang. Namun demikian, tak setiap orang bisa memperoleh kebahagiaan karena mereka tidak mengikuti prosedurnya. Kebahagiaan memiliki prosedur (aturan) yang jelas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh setiap orang yang menginginkannya, baik ia adalah orang kaya atau orang miskin, anak muda atau orang tua, orang sehat atau sakit, atau apakah ia keturunan ningrat (bangsawan) atau umum (rakyat biasa), dll.

Kebahagiaan tak dipengaruhi oleh status kekayaan, usia, keadaan fisik, atau silsilah keturunan, dll. Semua itu hanyalah sebagai faktor penunjang (pembantu), dan bukan sebagai faktor utama yang menentukan hakikat kebahagiaan itu sendiri! Contohnya, betapa banyaknya orang kaya yang masih mengalami penderitaan seperti over dosis, bunuh diri, depresi, stress, dll?! Kemudian, betapa banyak pula anak-anak muda yang sehat juga dilanda penderitaan (gejolak perasaan yang labil/kacau) seperti dalam kasus-kasus pergaulan bebas mereka?!
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

18 April, 2010 at 23:38

Metodologi Kebenaran [4-habis]: Analisa Kebohongan-Kebohongan Besar dalam Hidup

leave a comment »

Telah dekat kepada manusia hari perhitungan segala amal perbuatan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). (Qur’an Surat Al-Anbiyaa’: 1)

Artikel ini merupakan penyempurna dari artikel “Metodologi Kebenaran”. Sehingga pada akhirnya nanti, kita akan menjadi SEMAKIN tahu dan SEMAKIN yakin mana yang memang benar-benar “benar”, mana yang memang benar-benar “salah”, dan mana yang ada di antara keduanya, yakni yang seolah-olah benar tapi sebenarnya salah (baca: meragukan/rancu/konslet/error/invalid).

Dalam membahas kebohongan-kebohongan besar ini, saya mengutip sebagian isi al-Qur’an, karena ia merupakan literatur (baca: referensi) kebenaran yang “stabil” sepanjang masa (karena Qur’an hanya punya satu versi dan tak pernah berubah selama 14 abad). Kemudian, saya juga akan mengutip dari beberapa hadits, dan literatur sejarah untuk topik bahasan tertentu. Dan tak luput juga, akan saya sertakan beberapa analogi sederhana untuk mempermudah dalam pemahaman artikel ini.

Al-Qur’an memiliki kapabilitas (kemampuan) yang besar dalam menganalisa suatu kebenaran dan kebohongan. Mengapa? Karena ia tak hanya mampu menganalisa kebohongan-kebohongan yang berada di luar Islam, seperti yahudi, nasrani, dan penyembah berhala. Bahkan ia juga bisa menganalisa kebohongan yang dilakukan oleh orang-orang Islam itu sendiri. Karena meskipun Islam adalah agama yang benar, tapi al-Qur’an tidak pernah menyatakan bahwa semua orang Islam itu benar. Dan sebab itulah, kebohongan-kebohongan orang Islam juga perlu dianalisa.

Apakah sebagai orang Islam, saya kurang adil dalam menganalisa kebohongan-kebohongan besar? ❓
Baca entri selengkapnya »

Metodologi Kebenaran [3]: Analisa Kebenaran-Kebenaran Besar dalam Hidup

leave a comment »

Artikel ini merupakan INTI dari artikel Metodologi Kebenaran. Sebab itu, jika Anda tidak memahami kedua artikel sebelumnya (Metodologi Kebenaran [1] dan Metodologi Kebenaran [2]), maka –sepertinya– tak akan banyak gunanya Anda membaca artikel ini.

Ada beberapa kebenaran yang besar dalam hidup ini yang seringkali diragukan oleh kebanyakan manusia, yakni:

  1. Apakah Islam itu memang agama yang benar? Apakah landasan kebenarannya?
  2. Apakah Qur’an itu memang benar-benar Wahyu?
  3. Bagaimana tentang peristiwa Isra’ Mi’raj? Apa bisa dijelaskan lebih jauh?
  4. Apakah Kiamat itu benar-benar akan terjadi?
  5. Apakah Surga dan Neraka itu ada?

Bagaimanakah analisa kebenarannya?
Baca entri selengkapnya »

[Artikel Spesial]: Bagi Mereka yang Hobi Mencaci Muhammad dan Risalahnya

with 20 comments

ARTIKEL INI KHUSUS BAGI MEREKA YANG HOBI MENCACI MUHAMMAD DAN RISALAHNYA

Beberapa waktu lalu, saya menjumpai berbagai macam tuduhan dan cemoohan terhadap Muhammad dan juga terhadap ajaran yang dibawanya, Islam. Hal tersebut terutama di beberapa situs web anti Islam yang mengkhususkan diri dalam kegiatan seperti itu.

Namun demikian, kualitas cacian mereka yang amatiran itu membuat saya ragu apakah mereka itu memang benar-benar mencaci atau cuman membual saja.

Hal ini terlihat dari kosa kata kotor mereka yang terbatas, pas-pasan, dan hanya muter-muter di topik yang itu-itu saja, basi.

Inilah mungkin juga yang menyebabkan mereka tidak masuk rekor MURI untuk kategori kreativitas dalam memberikan cacian. Cacian mereka tak bermutu, dan aktivitas mereka itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan katak yang bernyanyi dalam tempurung.

Artikel ini akan mengusut setuntas mungkin perihal tuduhan kosong yang paling sering mereka lontarkan selama ini.
Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Cara Menjadi Orang yang Baik?

with 25 comments

Hidup adalah suatu anugerah (pemberian/nikmat) yang harus dihargai. Kita hidup di dunia ini HANYA satu kali. Lantas kenapa harus buang-buang waktu hanya untuk memperburuk keadaan kita di masa depan (akhirat)?

Sistematika kehidupan yang kompleks, juga auditingnya yang pasti sangatlah rumit, telah menuntut kita untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita.
Kepada siapa?
Tentu saja, kepada Pencipta Kehidupan ini, yang telah memberikan kita kehidupan, yang telah memberikan kita segala keperluan hidup (panca indra, nikmat kesehatan, pengetahuan, dll).
Tidak pantaskah kita membalas segala kebaikan-Nya? Dengan cara berusaha memaksimalkan kinerja akal dan pikiran kita untuk mentaati segala perintah-Nya?
Dunia ini adalah tempat ujian, dan bukan tempat bertamasya seperti yang disangka oleh kebanyakan orang. Mereka sangat disibukkan oleh keperluan yang tidak ada kaitannya dengan wujud rasa terima kasih atas kebaikan-Nya. Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

18 Februari, 2010 at 06:59

Efek Samping Dosa

with 6 comments

Pagi ini, agak repot mau tulis artikel apaan. Tapi, setelah aku pikir mending tulis suatu yang bisa nambah wawasan orang lain, biar wawasanku juga bertambah. Artikel topik kali ini adalah efek samping dosa. Mengingat telah berkali-kali aku terjatuh, terjatuh, dan terjatuh, ….dan akhirnya aku bangkit, bangkit berkali-kali –walau masih diselingi dengan tersandung dan terjatuh – berusaha memasuki lembaran baru melalui pintu taubat yang masih pantas untuk aku masuki. Dan aku telah memiliki keinginan untuk tidak keluar dari padanya. Aku tak punya alasan untuk menghancurkan diriku. Baca entri selengkapnya »