Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Posts Tagged ‘hidup

Referensi Lengkap Bagi Mereka yang Ingin Memperbaiki Diri

leave a comment »

Dalam kehidupan yang penuh lika-liku ini, kita pasti tidak akan lepas dari kegelisahan dan permasalahan. Semua hal tersebut menuntut kesabaran perasaan kita. Dan karena seringnya terjadi hal tersebut dalam hidup kita, kadang kita merasa -hendak- berputus asa atau menyerah dan pasrah pada suratan takdir (yang tidak kita inginkan). Tahukah Anda bahwa satu-satunya orang yang paling bertanggung jawab atas keadaan diri Anda adalah diri Anda sendiri?! Sebab itu Anda harus sebisa mungkin menghilangkan “pemikiran” putus asa dari angan-angan Anda dalam menghadapi kehidupan ini. Karena bukan hanya Anda saja yang mengalami keadaan seperti itu dalam hidup ini. Hal yang seperti ini hampir dialami oleh setiap manusia yang hidup di muka bumi ini, bahkan para Nabi terdahulu juga mengalami hal yang seperti itu (yakni dilanda berbagai permasalahan dan bahkan hampir putus asa).

Jadi sebenarnya, permasalahan itu merupakan hal yang biasa dalam hidup ini. Ia ibarat angin yang menerpa tubuh kita dalam keadaan kita sehari-sehari. Ia (angin) bisa membuat kita sejuk, demam, bahkan kematian (seperti badai, topan, dll). Nah, begitu juga dengan permasalahan, ia bisa membuat kehidupan Anda lebih baik atau lebih buruk, tergantung bagaimana Anda menghadapinya. Sejarah orang-orang sukses terdahulu telah menyebutkan bahwa, pada awal-awal kehidupan mereka telah banyak dilanda oleh masalah.

Dan sebenarnya, bagaimana cara untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam hidup ini?

Kuncinya bukan terletak pada jenis permasalahannya, melainkan terletak pada kesiapan diri Anda dalam menghadapi permasalahan!

Jadi, yang perlu ditindak-lanjuti –secara tidak langsung– bukanlah permasalahannya, melainkan diri Anda sendiri! Di sinilah pentingnya untuk memperbaiki diri sendiri. Ketika Anda telah mampu memperbaiki diri sendiri maka, Anda juga akan mampu menghadapi segala permasalahan yang ada dengan sendirinya. Dan hal ini telah dicontohkan dalam kehidupan para Nabi. Para Nabi ditempa (dididik) melalui perantaraan wahyu agar memperoleh ketegaran dalam menjalani hidup yang penuh resiko dan tanggung jawab (yang biasa kita sebut dengan masalah) .

Sebab dari itu, artikel ini bukan bermaksud agar Anda tidak punya masalah, melainkan agar Anda bisa menghadapi berbagai masalah –apapun bentuknya– melalui perbaikan diri. 😀 (karena sebenarnya, kehidupan ini adalah ladang masalah)

Dan saya sendiri sebenarnya juga merupakan orang yang banyak masalah … :mrgreen:, namun tetap saya usahakan untuk menghadapinya dengan sebaik mungkin (melalui perbaikan diri saya sendiri). Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

22 November, 2012 at 07:27

Cara Berputus Asa yang Baik

with 2 comments

Problematika kehidupan yang semakin kompleks dan menantang telah menuntut setiap orang untuk selalu memperbaharui semangatnya untuk tetap terus hidup dan mengenyampingkan sifat “putus asa”nya sejauh mungkin. Dalam ilmu Biologi disebutkan bahwa, salah satu ciri makhluk hidup adalah beradaptasi. Dan sebagaimana juga telah disebutkan dalam teori evolusi, bahwa salah satu penyebab kepunahan suatu spesies adalah karena ia tak mampu beradaptasi. Adaptasi dalam kehidupan manusia tidak sebatas gerakan atau perubahan fisik, tapi lebih dari itu, juga menyangkut manajemen (kontrol) perasaan yang baik.

Jika seseorang mengalami putus asa dalam kehidupan ini, maka itu berarti orang tersebut tak mampu beradaptasi dengan baik, dan kemungkinan terbesar yang akan dialami oleh orang tersebut adalah KEPUNAHAN (mati).
Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

21 Februari, 2010 at 16:44

Bagaimana Cara Menjadi Orang yang Baik?

with 25 comments

Hidup adalah suatu anugerah (pemberian/nikmat) yang harus dihargai. Kita hidup di dunia ini HANYA satu kali. Lantas kenapa harus buang-buang waktu hanya untuk memperburuk keadaan kita di masa depan (akhirat)?

Sistematika kehidupan yang kompleks, juga auditingnya yang pasti sangatlah rumit, telah menuntut kita untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita.
Kepada siapa?
Tentu saja, kepada Pencipta Kehidupan ini, yang telah memberikan kita kehidupan, yang telah memberikan kita segala keperluan hidup (panca indra, nikmat kesehatan, pengetahuan, dll).
Tidak pantaskah kita membalas segala kebaikan-Nya? Dengan cara berusaha memaksimalkan kinerja akal dan pikiran kita untuk mentaati segala perintah-Nya?
Dunia ini adalah tempat ujian, dan bukan tempat bertamasya seperti yang disangka oleh kebanyakan orang. Mereka sangat disibukkan oleh keperluan yang tidak ada kaitannya dengan wujud rasa terima kasih atas kebaikan-Nya. Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

18 Februari, 2010 at 06:59

[Taubat Itu Perlu]: Apa Manfaatnya? Dan Bagaimana Cara Bertaubat yang Baik?

with 14 comments

Setelah saya memposting beberapa artikel tentang dosa, sepertinya kurang lengkap jika saya tak menambahkan resep spesial penawarnya, yakni Taubat Itu Perlu. Taubat bisa diartikan sebagai kesadaran, penyesalan, dan usaha yang sungguh-sungguh agar kenyataan buruk (kesalahan) yang dialami tidak terulang kembali. Baca entri selengkapnya »

Written by Amir

2 Februari, 2010 at 16:59

KATA PENGANTAR

Ketahuilah, bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main atau sembarangan. Ia diciptakan dengan sebaik-baiknya dan demi suatu tujuan agung. Meskipun bukan merupakan bagian Yang Kekal, ia hidup selamanya; meski jasadnya rapuh dan membumi, ruhnya mulia dan bersifat ketuhanan. Ketika, dalam tempaan hidup zuhud, ia tersucikan dari nafsu jasmaniah, ia mencapai tingkat tertinggi; dan sebaliknya, dari menjadi budak nafsu angkara, ia memiliki sifat-sifat malaikat. Dengan mencapai tingkat ini, ia temukan surganya di dalam perenungan tentang Keindahan Abadi, dan tak lagi pada kenikmatan-kenikmatan badani. Kimia ruhaniah yang menghasilkan perubahan ini dalam dirinya, seperti kimia yang mengubah logam rendah menjadi emas, tak bisa dengan mudah ditemukan. Untuk menjelaskan kimia dan metode operasinya itulah maka pengarang menyusun karya yang diberi judul Kimia Kebahagiaan ini.
Baca entri selengkapnya »

BAB 1: PENGETAHUAN TENTANG DIRI

Pengetahuan tentang diri adalah kunci pengetahuan tentang Tuhan, sesuai dengan Hadits: “Dia yang mengetahui dirinya sendiri, akan mengetahui Tuhan,” dan sebagaimana yang tertulis di dalam al-Qur’an: “Akan Kami tunjukkan ayat-ayat Kami di dunia ini dan di dalam diri mereka, agar kebenaran tampak bagi mereka.” Nah, tidak ada yang lebih dekat kepada anda kecuali diri anda sendiri. Jika anda tidak mengetahui diri anda sendiri, bagaimana anda bisa mengetahui segala sesuatu yang lain. Jika anda berkata” “Saya mengetahui diri saya”- yang berarti bentuk luar anda; badan, muka dan anggota-anggota badan lainnya – pengetahuan seperti itu tidak akan pernah bisa menjadi kunci pengetahuan tentang Tuhan. Demikian pula halnya jika pengetahuan anda hanyalah sekedar bahwa kalau lapar anda makan, dan kalau marah anda menyerang seseorang; akankah anda dapatkan kemajuan-kemajuan lebih lanjut di dalam lintasan ini, mengingat bahwa dalam hal ini hewanlah kawan anda?
Baca entri selengkapnya »

BAB 2: PENGETAHUAN TENTANG TUHAN

Sebuah hadits Nabi (SAW) yang terkenal berbunyi “Dia yang mengenal dirinya, mengenal Allah.” Artinya, dengan merenungkan wujud dan sifat-sifatnya, manusia sampai pada sebagian pengetahuan tentang Tuhan. Tetapi karena banyak orang yang merenungkan dirinya tidak juga menemui Tuhan, berarti bahwa tentulah ada cara-cara tersendiri untuk melakukan hal tersebut. Kenyataannya, ada dua metode untuk bisa sampai pada pengetahuan ini. Salah satu di antaranya sedemikian musykil sehingga tidak bisa dicerna dengan kecerdasan biasa dan karenanya lebih baik tidak dijelaskan.
Baca entri selengkapnya »

BAB 3: PENGETAHUAN TENTANG DUNIA

Dunia ini adalah sebuah panggung atau pasar yang disinggahi oleh para musafir di tengah perjalannya ke tempat lain. Di sinilah mereka membekali diri dengan berbagai perbekalan untuk perjalanan itu. Jelasnya, di sini manusia dengan menggunakan indera-indera jasmaniahnya, memperoleh sejumlah pengetahuan tentang karya-karya Allah serta, melalui karya-karya tersebut, tentang Allah sendiri. Suatu pandangan tentang-Nya akan menentukan kebahagiaan masa-depannya. Untuk memperoleh pengetahuan inilah ruh manusia diturunkan ke alam air dan lempung (tanah) ini. Baca entri selengkapnya »

BAB 4: PENGETAHUAN TENTANG AKHIRAT

Berkenaan dengan nikmat surgawi dan siksaan-siksaan neraka yang akan mengikuti kehidupan ini, semua orang yang percaya pada al-Qur’an dan Sunnah sudah cukup mengetahuinya. Tapi ada suatu hal yang sering terlewatkan oleh mereka, yaitu bahwa ada juga suatu surga ruhaniah dan neraka ruhaniah. Mengenai surga ruhaniah, Allah berfirman kepada NabiNya, “Mata tidak melihat, tidak pula telinga mendengarnya, tak pernah pula terlintas dalam hati manusia apa-apa yang disiapkan bagi orang-orang yang takwa.” Baca entri selengkapnya »

BAB 5: TENTANG MUSIK DAN TARIAN SEBAGAI PEMBANTU KEHIDUPAN KEAGAMAAN

Hati manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa bagai sebuah batu api. Ia mengandung api tersembunyi yang terpijar oleh musik dan harmoni serta menawarkan kegairahan bagi orang lain, di samping dirinya. Harmoni-harmoni ini adalah gema dunia keindahan yang lebih tinggi, yang kita sebut dunia ruh. Ia mengingatkan manusia akan hubungannya dengan dunia tersebut, dan membangkitkan emosi yang sedemikian dalam dan asing dalam dirinya, sehingga ia sendiri tak berdaya untuk menerangkannya. Pengaruh musik dan tarian amat dalam, menyalakan cinta yang telah tidur di dalam hati – cinta yang bersifat keduniaan dan inderawi, ataupun yang bersifat ketuhanan dan ruhaniah.
Baca entri selengkapnya »