Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Rahasia Patah Hati

with 8 comments


Artikel ringan khusus untuk menghibur mereka yang sedang mengalami patah hati.

Polemik internasional yang sering melanda dunia percintaan anak muda saat ini adalah masalah patah hati. Sebab itu, agar kita benar-benar paham tentang apa itu sebenarnya patah hati, maka kita perlu menganalisanya secara detil.

Patah hati berasal kata patah dan hati. Kata “patah” adalah kata sifat (adjective) yang berarti rusak (kacau) atau keadaan yang tidak sebagaimana mestinya (tidak normal). Contoh, Ranting pohon itu telah patah. Yang berarti, ranting pohon itu telah rusak. Sedangkan kata “hati” adalah kata benda (noun) yang berarti perasaan. Contoh, Orang itu suka makan Hati. Yang berarti, orang itu suka makan perasaan orang lain (baca: suka membuat sedih perasaan orang).

Sehingga patah hati merupakan frase (gabungan kata) tidak setara karena disusun oleh dua kata yang berlainan, yakni kata sifat dan kata benda. Dan patah hati bisa diartikan dengan suatu keadaan perasaan yang rusak (kacau) atau tidak sebagaimana mestinya.

😕 Yach…, semua orang sudah tau itu! please deh, ini ‘kan bukan pelajaran Bhs. Indonesia!

Intermezzo (basa-basi) sedikit kan gak apa-apa.➡

Okay, kita lanjutkan…

Terlepas dari itu semua, patah hati memiliki dampak yang sangat serius bila tidak ditanggulangi secara sungguh-sungguh. patah hati adalah kebalikan dari “Jatuh Hati” (baca: jatuh cinta). Jika orang yang jatuh cinta mengalami seperti apa yang dikatakan oleh peribahasa:

Kalau sudah jatuh cinta, tai kucing pun rasa cokelat.😯

Maka, orang yang mengalami patah hati akan mengalami seperti apa yang dikatakan oleh peribahasa:

Kalau sudah patah hati, cokelat pun rasa tai kucing. what…❓

kok gue baru denger ada peribahasa seperti itu??!😕

Anda bisa bayangkan bagaimana kacaunya perasaan orang yang hancur karena patah hati. Untuk makan cokelat saja, rasanya seperti tai kucing, apalagi untuk makan nasi?!! Inilah sebabnya kenapa orang yang patah hati selera makannya turun drastis, bahkan ia bisa diet dengan kecepatan diet yang luar biasa, lebih cepat daripada obat (jamu) diet biasa.

Atau tentang ungkapan lainnya tentang orang yang sedang jatuh cinta.

Saat orang jatuh cinta, semua terlihat berbunga-bunga.

Sebaliknya, kalau orang sudah patah hati, maka semuanya terlihat seperti berduri-duri. Inilah sebabnya kenapa orang yang sedang patah hati susah tidur. Kenapa begitu? Karena ia melihat bantalnya berduri, kasurnya juga berduri, semuanya berduri, hingga ia gelisah dan tidak bisa tidur meskipun sebenarnya ia perlu tidur. Huh…, gombal! haaahahaaha…

Maksud saya yang sebenarnya adalah: ketika seorang mengalami patah hati, ia mengkonversi segala perasaan yang “tidak nyaman” dalam hatinya ke dalam bentuk-bentuk kesedihan yang lebih konkrit yang mengindikasikan bahwa ia benar-benar sedang bersedih. Bentuk-bentuk kesedihan yang lebih konkrit itu misalnya dalam bentuk tak ada selera makan, kegelisahan, susah tidur (insomnia), suka menyendiri, suka melamun, kehilangan konsentrasi, depresi, shock, dan kurang responsif terhadap hal di sekelilingnya (kagak nyambung), dll. Gitu!

Sehingga orang yang sedang mengalami patah hati hampir-hampir tidak akan pernah bisa berbohong dalam hal menyembunyikan keadaan perasaannya yang sebenarnya. Meskipun ketika ia ditanya seseorang dengan pertanyaan, “Apa kau baik-baik saja?”, dan ia menjawab, “Ya, aku baik-baik saja”. Padahal, dalam kenyataannya ia sedang tidak baik-baik saja. Kebanyakan orang yang mengalami patah hati selalu berusaha meng-enkripsi (baca: memendam/menyembunyikan) perasaannya sebaik mungkin, karena ia sadar sekalipun ia memberi-tahukannya kepada orang lain, orang lain tak akan mengerti dan tidak akan paham tentang apa yang dirasakannya.😥 Oh, aku sangat tersentuh.

Dengan kata lain, bisa saya sebutkan juga bahwa seseorang yang mengalami patah hati telah mengalami kehampaan (kekosongan) dalam jiwanya. Itulah sebabnya pula kenapa orang yang patah hati mudah sekali kerasukan oleh makhluk halus (jin). Namun, hal ini tergantung seberapa parah kondisi patah hatinya. Karena patah hati juga memiliki tingkatan, ada tingkatan yang rendah, normal, dan tinggi. Defaultnya sih tinggi.

Bagaimana tingkatan patah hati bisa diukur?

Dengan menggunakan rumus umum cinta: whatt… ada rumusnya juga????
Besarnya cinta berbanding lurus dengan ketulusan (keikhlasan) hati. …(1)

Jadi, dari situlah bisa dikembangkan teknik (baca: rumus) mengetahui besarnya patah hati seseorang terhadap kekasihnya. Karena patah hati merupakan keadaan yang mengindikasikan tentang keadaan cinta yang dikhianati (terbuang), maka rumusnya dapat diturunkan dari rumus (1) yakni,

besarnya patah hati berbanding lurus dengan besarnya cinta yang terbuang. …(2)

Dan karena cinta dipengaruhi oleh ketulusan hati maka, rumus (2) dapat dijabarkan lagi dengan men-substitusi faktor yang mempengaruhi konstanta cinta itu sendiri:

Besarnya patah hati berbanding lurus dengan besarnya ketulusan hati ketika ia sedang mencintai orang yang bersangkutan. …(3)💡

perasaan…, kita tidak sedang belajar fisika deh!😯

Ada banyak persamaan antara sistematika perasaan dengan rumus-rumus fisika, terutama dalam hal “gaya/momentum” (F) dan energi (E). Apakah Anda tahu, latar-belakang Einstein menemukan rumus E=MC²? Yacchh… siapa tahu itu karena Einstein sendiri menganalisa masalah-masalah pribadinya lalu diterapkan ke dalam rumus-rumus empirisnya?!!:mrgreen: Einstein adalah pelaku utama dalam pengeboman kota Nagasaki dan Hiroshima, karena dialah pencipta bom atom yang pertama. Apa waktu itu Einstein sedang patah hati? Maaf, saya tak tahu tentang hal itu.

Okay,
Selanjutnya, dari rumus (3) ini kita dapat menganalisa berbagai macam tingkatan patah hati. Misal, kenapa seorang playboy yang ditinggal kekasihnya cenderung tidak mengalami patah hati? Yakni, karena dalam hati playboy tersebut tidak ada ketulusan dalam mencintai kekasihnya. Kecintaan seorang playboy terhadap kekasihnya bukan karena dasar ketulusan, tapi karena iseng saja…, atau untuk melecehkannya saja (memanfaatkannya dengan rayuan gombal) ataupun yang sejenisnya. Sehingga, jika ia ditinggal oleh kekasihnya, ia mungkin hanya akan bilang, “Hmmm, aku memang sudah bosan dengan dia.” Menyedihkan bukan?!!😥 Begitu juga dalam kasus cewek matre yang ditinggal cowoknya. Ia tak akan mengalami patah hati. Paling-paling dia akan bilang, “Suka-suka dia lah, toh gue dah banyak untungnya”. Itulah mereka yang gak jelas dalam mencintai seseorang, yang menganut teori ekonomi: dengan modal sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, tapi sebenarnya mereka tidak paham dengan maksud yang sesungguhnya dari teori itu. Mereka tak mengkalkulasi dampaknya secara keseluruhan, padahal kehidupan itu berlapis-lapis, ada kehidupan setelah kehidupan (artinya: ada kehidupan akhirat setelah dunia), sebagaimana masih ada langit di atas langit.

Kemudian, untuk orang yang memiliki perasaan yang sensitif yang cenderung melakukan sesuatu dengan pemikiran mendalam (terencana) maka, jika ia sampai mengalami patah hati, besar kemungkinan ia akan mengalami trauma yang teramat sangat mendalam. Apa perlu diopname? Tergantung, seberapa jauh pengaruhnya pada keadaan fisiknya. Kalau ia sampai tidak makan berhari-hari, lumpuh lah dia, sebab itu ia sangat perlu diopname. Hah…?😯

Saya punya pengalaman tentang seseorang yang mengalami patah hati yang sangat parah. Kejadian ini terjadi saat saya masih SMA kelas 2 (±2001). Saat itu ada kakak kelas saya (cowok) yang mati mengenaskan karena menabrak mobil box yang sedang ambil haluan (sedang berbelok) di tengah jalan raya. Kecelakaan tersebut tidak bisa dihindari karena dia menaiki motor bebek dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dia tidak sedang menaiki motor balap yang punya navigasi rem cakram yang baik plus coupling untuk menurunkan laju kecepatan motor secara drastis. Akibatnya, dia menabrak mobil box itu dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan menurut saksi mata yang melihat kejadian itu, keadaan kakak kelas saya itu sangat mengerikan, entah apa karena badannya yang bisa dibilang hancur atau apa lah, saya tidak tahu pasti.

Dan, setelah diselidiki lebih lanjut… tentang kenapa dia bisa mengebut seperti itu, padahal pada hari-hari sebelumnya dia tidak seperti itu. Dia termasuk siswa yang cukup berprestasi. Perawakan tubuhnya tinggi, tegap, dan tampangnya lumayan. Dan dia mungkin termasuk salah satu anggota Paskibraka di sekolah saya. Dan dari info yang saya dengar di sekolah, ternyata anak itu baru putus dengan pacarnya. Dan dia mungkin mengalami shock (frustasi) karena patah hati.😥 Dia tidak bisa konsentrasi, dan dia kehilangan kendali. Dia sudah berada di luar jangkauan radar.Oh, so hard…

Bagaimana mengatasi patah hati?

Sebenarnya, patah hati tak bisa dihapus dengan mudah. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengatasi polemik perasaan seperti ini. Kecuali bagi mereka yang telah memiliki teknik khusus dalam memanipulasi perasaan. Menghapus perasaan “sakit hati” tidak semudah menghapus file pada komputer windows, tinggal tekan tombol DELETE klik yes, beres. Tidak, dan tidak seperti itu! Butuh waktu untuk memperbaiki perasaan yang kacau karena patah hati. Dan ada kemungkinan, bahwa rasa sakit hati itu tak akan pernah bisa hilang selamanya. Namun setidaknya, ada beberapa cara agar Anda bisa mengurangi rasa sakitnya. Yakni:

  1. Kesadaran yang mendalam

    Anda harus sadar bahwa kekasih Anda itu bukanlah segalanya.

  2. Menghindari ketergantungan perasaan
    Anda juga harus belajar mandiri dalam menyayangi diri Anda sendiri. Anda tak boleh bergantung sepenuhnya kepada kasih sayang orang lain dalam menyayangi diri sendiri. Anda harus yakin, bahwa Anda adalah satu-satunya orang yang paling mengerti tentang diri Anda. Sebab itulah, sayangi betul jiwa Anda dari berbagai macam kehancuran.

  3. Belajar melupakannya
    Anda mungkin tidak akan bisa melupakannya secara keseluruhan. Tapi setidaknya Anda bisa mengurangi frekuensi ingatan Anda tentang dirinya secara bertahap. Ini dimaksudkan untuk mengurangi beban perasaan yang terpakai. Agar perasaan Anda bisa booting (baca: merespon) lebih cepat. Lupakanlah dia secara perlahan-lahan, mulai dari no. handphonenya, alamat emailnya, makanan kesukaannya, warna favoritnya, dan hal-hal yang berhubungan dengan dia. Meskipun, toh Anda mungkin tak akan bisa melupakan namanya ataupun tanggal lahirnya. Disamping itu, berdoalah agar bisa melupakannya. Setiap orang harus belajar melupakan sesuatu yang tidak penting (apalagi yang merusak) dalam hidupnya.

  4. Hindari kontak dengannya

    Anda harus menjadi manusia yang baru. Anda harus membuka lembaran baru. Sebab itu, sebaiknya Anda menghindari kontak dengannya. Yach…, kecuali jika ia memang benar-benar jodoh Anda, ya apa boleh buat??!!😀 Tak ada yang tahu tentang takdir, kecuali hanya sedikit. Love is a puzzle (cinta adalah teka-teki).

Dan jika Anda bisa bertahan atau sembuh dari patah hati yang berkepanjangan, maka ketahuilah, Anda akan memiliki jiwa yang lebih kuat dari sebelumnya. Keadaan ini disebut dengan Automatic Performance of The Heart Immune System (perbaikan sistem kekebalan perasaan secara sendirinya). Apa gak salah Bhs. Inggrisnya tuh? Entahlah…. Sebenarnya logika seperti ini mirip dengan seorang yang terkena penyakit cacar air, tapi akhirnya dia bisa sembuh dengan sendirinya. Sebab itulah tubuhnya menjadi semakin kuat terhadap serangan penyakit yang serupa (yakni, tipe cacar yang lain). Dengan kata lain, seandainya Anda bisa sembuh dari serangan (dampak buruk) patah hati, maka Anda akan memiliki perasaan yang jauh lebih tangguh dari sebelumnya dan bisa menghadapi serangan dengan tipe yang sama (yakni, jenis patah hati yang lain –karena ulah kekasih Anda yang lain, mungkin).

Dengan satu catatan,
Trik-trik di atas akan berhasil jika Anda punya kekuatan jiwa yang besar. Anda perlu memanajemen perasaan-perasaan cinta Anda, sebagaimana telah disebutkan dalam artikel Kadar Cinta yang Ideal.

Dan Anda mungkin juga perlu memahami tentang Syarat Orang Bahagia.

Bagaimana menghindari patah hati?

Berbahagialah bagi Anda yang belum pernah mengalami patah hati. Dan berusahalah menghindarinya, karena rasanya sangat tidak enak (baca: makan hati!). Ada cara yang unik agar Anda tidak ditimpa olehnya. Yakni dengan cara membuat rencana “B” dalam mencintai seseorang. Artinya, Anda tidak boleh percaya sepenuhnya kepada seseorang. Satu-satunya orang yang benar-benar bisa dipercaya sepenuhnya adalah para Nabi dan Rasul (melalui kitabnya). Mereka adalah orang-orang yang telah dijamin kebenarannya. Namun, untuk masalah “rasa percaya” terhadap manusia biasa, maka kita perlu menaruh keraguan kepadanya, meski itu hanya sebesar 0.1%.

Setiap orang perlu membuat rencana sampingan untuk menghindari kekacauan perasaan bila rencana yang utama rusak. Teknik seperti ini saya peroleh ketika saya menganalisa kesalahan fatal saya di masa lalu dalam hal mencintai seseorang. Kesalahan tersebut adalah, karena saya tidak membuat rencana B disamping rencana A yang saya buat. Saya terlalu yakin dengan rencana “A”, dan mengabaikan konsekuensi (baca: membuat rencana) yang lain. Akibatnya, ketika rencana A itu gagal maka, kacaulah perasaan saya.

Agen rahasia (baca: pribadi sukses) “tidak pernah” hanya punya 1 rencana dalam menjalankan misinya (baca: kehidupannya). Dia punya puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan rencana sampingan agar ia berhasil dalam misinya (baca: kehidupannya). Anda hanya punya satu perasaan, dan Anda harus melakukan apapun agar perasaan Anda yang “satu itu” tidak hancur. Tak ada yang boleh menghancurkan perasaan Anda. Mengapa? Ya… seperti kata iklan, “karena Anda begitu berharga.”😀

Maksud saya adalah, Anda harus punya rencana “bagaimana seandainya kekasih Anda meninggalkan Anda pada suatu waktu nanti?”. Ini dimaksudkan agar Anda punya persiapan yang matang untuk menghadapi konsekuensi terburuk dari kemungkinan hal tersebut bila terjadi. Dan juga agar Anda tidak mengalami shock (goncangan perasaan) karenanya. Apakah Anda sering menganggap bahwa hal itu mustahil terjadi? Hah, siapa tahu itu terjadi? Berhati-hatilah, karena setiap kemungkinan itu memiliki peluang untuk bisa terjadi.:mrgreen: Tak ada yang mustahil bagi sesuatu yang masih mungkin saja terjadi.

Be careful, sweetie
…to always stay in sweetness.:mrgreen:

Written by Amir

23 April, 2010 pada 14:13

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Terkadang Perasaan hati tidak bisa difikirkan dan tidak bisa diukur secara matematis.
    dalamnya patah hati berapa centi meter? Perbandingan lurusnya berapa derajat? kemiringannya berapa derajat? kenapa orang patah hati tingkah lakunya seperti orang miring alias orgil? silahkan di jawab kalau bisa!

    sulaiman

    23 April, 2010 at 14:26

    • okay,…

      Saya tidak bilang “sama” antara patah hati dg matematika (fisika). hanya saja, dia punya kemiripan. Dalam mengukur pun, bukan hanya ada satuan cm. itu hanya ukuran yang kongkrit. Dan ada banyak ukuran yang ABSTRAK untuk menyatakan kedalaman pemikiran orang, misal, “pemikiran dangkal”, “pemikiran mendalam”, dan “pemikiran sangat mendalam”. Jadi, kedalam pikiran orang bukan dengan satuan cm, begitu juga dengan dalamnya kesedihan perasaan patah hati seseorang.

      Amir

      23 April, 2010 at 14:37

  2. Tambah lagi rumus elastisitas hehe…

    elcharis

    24 April, 2010 at 02:52

    • Kita tak boleh bermain-main dengan rumus-rumus kehidupan secara sembarangan, jika tak ingin terjerumus.

      ... Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukuran (aturan | rumus | ketentuan)nya. (QS. Ar-Ra’d: 8). (Lihat kitab tafsir untuk kebenarannya)

      Rumus-rumus kehidupan terbukti dengan sendirinya dalam kisah-kisah perjalanan hidup manusia. Setiap orang bisa mengambil pelajaran (mengambil hikmahnya) dengan cara merenunginya (memikirkannya).

      Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunah) kepada siapapun yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakal (yang berfikir) lah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (QS. al-Baqarah: 269)

      Salam.

      Amir

      24 April, 2010 at 06:30

  3. Btw….menurut saya, untuk menghindari sakitnya ketika patah hati, pada saat pacaran antara rasa sama rasio harus balance….

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/24/naikin-abg-cuma-rp-2000-berminat/

    Thomas

    24 April, 2010 at 06:13

    • Maaf, untuk yang itu saya belum menganalisa. Karena tidak ada aturan rasa yang formal (baku/standar).:mrgreen:😕

      Salam.

      Amir

      24 April, 2010 at 06:36

  4. untung saya blm pnh patah hati… patah kuku sih pernah🙂

    junjung

    28 April, 2010 at 15:34

  5. sesuatu yg patah, bisa dperbaiki lg.. bs d lem, atau dganti yg baru.. contoh: pipa air, kalo patah ya smbung ja pake lem, kalo ga bs ya beli ja yang baru.. hmm…

    D' bak-one

    24 Juli, 2010 at 18:18


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: