Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Cara Berputus Asa yang Baik

with 2 comments


Problematika kehidupan yang semakin kompleks dan menantang telah menuntut setiap orang untuk selalu memperbaharui semangatnya untuk tetap terus hidup dan mengenyampingkan sifat “putus asa”nya sejauh mungkin. Dalam ilmu Biologi disebutkan bahwa, salah satu ciri makhluk hidup adalah beradaptasi. Dan sebagaimana juga telah disebutkan dalam teori evolusi, bahwa salah satu penyebab kepunahan suatu spesies adalah karena ia tak mampu beradaptasi. Adaptasi dalam kehidupan manusia tidak sebatas gerakan atau perubahan fisik, tapi lebih dari itu, juga menyangkut manajemen (kontrol) perasaan yang baik.

Jika seseorang mengalami putus asa dalam kehidupan ini, maka itu berarti orang tersebut tak mampu beradaptasi dengan baik, dan kemungkinan terbesar yang akan dialami oleh orang tersebut adalah KEPUNAHAN (mati).

Sebenarnya, putus asa adalah sesuatu yang lumrah bagi manusia. Mengingat manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan dalam mewujudkan apa yang diinginkannya. Namun demikian, tak sepantasnya seorang itu putus asa dikala kesempatan untuk memperbaiki keadaan masih ada.

Masalahnya sekarang adalah, bagaimana jika seseorang memang benar-benar mengalami kebuntuan yang teramat sangat dalam hidupnya? Ia telah berpikir bahwa ia tak punya jalan keluar atas permasalahan yang ia hadapi. Apakah ia boleh menggunakan jurus andalan “Putus Asa” (ingin mati aja)?

Ya, boleh saja :). Asalkan ia mengikuti prosedur “putus asa” yang benar. Sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Nabi saw. berikut ini:

Jangan ada seorang di antaramu yang mengharap-harap mati karena ditimpa suatu kesedihan. Seandainya ia terpaksa berbuat begitu, maka berdoalah kepada Allah: Yaa Allah hidupkanlah aku sekiranya hidupku ini memberi manfaat bagiku, atau matikanlah aku sekiranya kematian itu lebih baik bagiku. (HR. Bukhari)

Memang butuh keberanian untuk mengamalkan doa tersebut. Anda hanya butuh sedikit sifat ksatria untuk bisa membaca doa tersebut. Dan Anda boleh membacanya walau Anda sedang tidak dilanda kesedihan (baca: putus asa).

Seseorang yang mengamalkan doa tersebut, maka ia akan cenderung memperoleh ketenangan dalam hidupnya. Ia tak perlu khawatir dan bingung, apakah mau hidup atau mau mati. Ia cuman tinggal pasrah saja dan berusaha menjalani hidup seperti biasanya.

Kalaupun orang tersebut pantas (lebih baik) untuk dimatikan, maka ia akan segera menemui ajalnya dengan tenang dan terhormat (wajar), tanpa harus repot-repot bunuh diri yang akhirnya hanya merepotkan orang lain. 😐

Dan kalaupun ia memang pantas (lebih baik) untuk diberikan hidup, maka ia akan tetap hidup hingga waktu yang telah ditentukan tanpa harus khawatir terhadap segala faktor penyebab kematian (kecelakaan, sakit, terkena bencana, dll). Dan ia akan jauh lebih tegar dari waktu sebelumnya. Dengan kata lain, ia akan mengalami peningkatan stabilitas kejiwaan dalam menjalani kehidupannya. Ini merupakan sesuatu yang lebih menakjubkan daripada terapi psikologi manapun. 8)

Mengapa demikian?

Karena Allah sebagai pencipta kehidupan ini mengetahui betul tentang perkara-perkara yang ghaib, termasuk juga yang akan datang. Kita hanya pasrah kepada Dia, Yang Maha Bijaksana dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Kita hanya memohon pilihan yang terbaik dalam pandangan-Nya.


Mungkin Anda sedikit penasaran, tentang apakah saya, si penulis artikel ini, mengamalkan doa tersebut?

Saya telah mengamalkan doa tersebut sekitar 10 tahun yang lalu. Saat itu saya mengalami “putus asa”, atau nama lainnya BT, yang menyebabkan saya ragu apakah saya bisa menjalani hidup ini atau tidak. Waktu itu saya masih duduk SMP, dan jiwa saya sangat labil untuk menganalisa perubahan lingkungan yang tidak transparan. Dan karena saya punya pengalaman membaca literatur doa, saya jadi teringat tentang doa tersebut maka tak ada salahnya saya mencoba mengamalkannya.

Dan hasilnya, saya masih hidup sampai sekarang walaupun harus mengalami kecelakaan berkali-kali dan mengalami cedera, mulai dari patah tulang hingga patah hati. :mrgreen:

Kita semua adalah petualang. Dan setiap orang harus belajar menjadi petualang yang baik. Tak ada yang terlambat kecuali bagi mereka yang sudah “ GAME OVER ” (expired/mati).

Selamat berputus asa

Iklan

Written by Amir

21 Februari, 2010 pada 16:44

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. bener banget… doanya para pemberani

    Deby

    22 Februari, 2010 at 01:39

  2. sayamau masuk ke dalam surga bersam tuhan yang kucintai dan ku sayangi

    joy happy

    10 April, 2010 at 20:13


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: