Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Hari Ini Adalah Hari Burukku Dan Hari Baikku

leave a comment »


Sore ini, aku tulis artikel ini jam 16.23
Setelah lama gak posting tentang status perasaanku, akhirnya ada cuplikan drama kehidupanku yang perlu aku dokumentasikan…, jangan khawatir, semua masih sesuai sekenario kehidupanku (takdir/jalan hidupku). Sebenarnya banyak episode penting dalam kehidupanku, tapi… untuk hal yang sangat penting dan mudeng untuk ditulis, ya mending aku simpan di harddisk hatiku dalam folder kenangan atau folder misteri.

Hari ini merupakan hari buruk bagi diriku, sama seperti kebanyakan hari dari hari-hariku yang sebelumnya. Namun demikian, hari ini -juga- merupakan hari baikku, … hari yang telah lama aku tunggu dalam kehidupanku yang selama 25 tahun.

Aku mulai dari hariku yang buruk di hari ini.
Ketika ada suatu hal yang menekan perasaanku, pikiranku… yang akhirnya menimbulkan kegelisahan yang tak terkatakan dan terlukiskan (bahkan oleh pelukis handal sekalipun), disitulah aku menyebut suatu keadaan buruk telah menimpa diriku. Keadaan tersebut berupa ketidak puasan akan suatu hal, atau kesalahan yang aku perbuat. Itulah yang sedang melanda perasaanku hari ini, sekitar jam 3 lewat. Dan aku lebih suka mendokumentasikannya di dalam perasaanku.

Dan yang kedua adalah tentang hari baikku pada hari ini, hari yang telah aku tunggu selama 25 tahun.

Selama 25 tahun aku dipenjara. Dimana? Aku dipenjara dalam pikiranku sendiri. Aku pikir di LP. Memang sudah sering aku mencoba meloloskan diri daripadanya, namun, akhirnya kembali lagi? Yah, kalo buron memang gitu lah…, Emang susah untuk melepaskan diri dari tradisi pemikiran yang sempit dan kaku.

Perlu diketahui, bahwa jiwa seseorang hanya bisa merasakan dua hal saja, yakni puas atau tidak puas. Puas meliputi perasaan gembira, senang, bahagia, tenang, dan perasaan positif lainnya. Sementara itu, antonimnya, yakni tidak puas, meliputi segala perasaan sedih, gelisah, cemas, kacau, tertekan, BeTe, serta perasaan negatif lainnya. Berbeda dengan jasad yang bisa merasakan banyak hal, seperti manis, asam, asin, kecut, pahit, dll.

Dikala aku merasakan kesedihan, aku merasakan kebuntuan yang sangat di dalam pikiranku…, bahkan lebih buntu ketika aku melewati sebuah gang buntu. Maksud lo? Aku hanya bermaksud menjelaskan keadaan perasaanku yang sebenarnya.

Sudah lama aku mengutak-atik perasaanku, meski aku bukan lulusan teknik elektro, aku tahu voltase perasaanku. Dengan kata lain, aku masih bisa memastikan bahwa perasaanku masih hidup atau tidak, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, juga tentang mana yang harus aku lakukan, yang boleh aku lakukan, dan yang tidak boleh aku lakukan. Dan seperti biasa, ketika pemikiranku konslet (salah), aku cenderung untuk berbuat salah. Atau jika jika hal tersebut bersangkutan dengan keadaan buruk yang menghinggapi hidupku, maka aku cenderung untuk tidak bersabar. Banyak faktor yang mempengaruhi pemikiran seseorang. Dan hal itulah yang selalu ingin aku singkap selama ini. Dalam hidupku, aku tak bisa mencari kambing hitam lain dibalik semua kesalahan yang telah aku perbuat, selain diriku sendiri.

Aku temukan beberapa konsep baru untuk mengatasi kelemahan pikiranku dalam mengambil keputusan yang tepat.

Sebenarnya, aku adalah orang yang labil dalam pengambilan keputusan. Mirip seperti orang idiot yang melakukan perhitungan berkali-kali dalam sebuah operasi matematika yang sangat sederhana, semisal 2+2 yang hasilnya jelas-jelas 4.

Konsep yang aku temukan tersebut meliputi analisa terhadap kondisi yang sangat penting dalam hidup ini. Dan, dalam pikiran cemerlang yang aku temukan itu adalah, bahwa masa depan (akhirat, surga) adalah segalanya. Dan tak semua orang bisa kesana. Ada prosedur yang harus dilaksanakan untuk menuju kesana. Prosedur tersebut adalah, kepantasan diri untuk memasukinya.

Dunia hanya sebuah masa (alam) peralihan dari alam yang kita lalui sebelumnya, yakni alam rahim (kandungan) ibu. Sementara dunia di depan sana (akhirat) adalah sesuatu misteri tersendiri yang harus kita pecahkan dalam kehidupan saat ini. Masa depan hanya bisa dirubah saat ini. Itulah intinya. Itulah maksudku. Dan itulah yang harus aku lakukan.

Dan perlu diketahui, bahwa kebodohan itu menganut suatu faham tersendiri, yakni faham masa bodoh.

Seorang imam, dari dua imam besar ahli hadits berkata, Iman adalah perkataan dan perbuatan. Kalau aku percaya bahwa Allah itu adalah Tuhan Yang Esa, dan Muhammad itu seorang Rasul, dan hanya orang beriman (secara benar) dan beramal shaleh (secara benar pula) yang dapat masuk ke dalam Surga, lantas apa alasanku untuk menggunakan peta navigasi Neraka dalam kehidupanku ini?

Pepatah lama masih berlaku. Yang mana sih?
Kita menuai apa yang kita tanam.
Kalau kita menanam jeruk, maka jeruklah yang akan kita panen, bukan duren.
Dan kalau keburukan yang kita tanam, maka bukan kebaikan yang akan kita rasakan, melainkan keburukan –yang telah kita tanam- itu sendiri.

Sampai jumpa hari kiamat, temen2ku, kucingku, kelinciku, … dunia memang membosankan untuk orang-orang berkelas. Maksud lo?🙂

Best regards,

The Truth Explorer

Iklan

Written by Amir

22 Januari, 2010 pada 17:44

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: