Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

[PENJABARAN] Rumus Umum: “Bagaimana Mematahkan Tuduhan Palsu Terhadap Islam” [1]

leave a comment »


Setelah lama gak posting karena monitorku yang rusak. Alhamdulillah, akhirnya dah bisa posting lagi. Karena monitornya dah diperbaiki,…

Kemarin, saya mengutarakan tentang rumus umum Bagaimana Mematahkan Tuduhan Palsu Terhadap Islam. Namun, tidak ada penjelasan detil tentang sub-sub pertanyaan dari rumus tersebut. Atau bahkan di antara pembaca ada yang sangat penasaran dengan sub pertanyaan yang pertama, yakni Apakah dia buta huruf (tak mengenyam pendidikan formal sedikitpun) seperti Muhammad saw. yang ummi (buta huruf)? Padahal –setelah saya teliti lebih lanjut– justru inilah yang menjadi kunci utama dari rumus tersebut.

Berikut adalah penjelasan detil dari rumus tersebut:


Siapakah orang itu?

(Ini untuk mengetahui kualitas si penuduh secara keseluruhan)


1. Apakah dia buta huruf (tak mengenyam pendidikan formal sedikitpun) seperti Muhammad saw. yang ummi (buta huruf)?

Pertanyaan ini akan dijelaskan belakangan


2. Apakah dia dikenal sebagai orang yang jujur oleh setiap kenalannya?

Telah kita ketahui, bahwa tindakan buruk sekecil apapun yang dilakukan seseorang dalam kehidupan masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap nama baiknya sendiri. Dan ini tak terkecuali dalam hal-hal sepele, seperti bagaimana ia menepati janjinya, tidak pernah berkata bohong, tidak menuduh orang, dan perbuatannya selalu sesuai dengan perkataannya. Namun kenyataan dalam kehidupan saat ini, jarang sekali bisa menyebabkan seseorang menyandang predikat “orang yang jujur” atau “orang yang dapat dipercaya”. Muhammad adalah sosok manusia paling jujur di kawasan Arab pada waktu itu, dan tak ada yang menandingi kejujuran beliau, baik di zaman sebelumnya, ataupun di zaman sesudah beliau. Kejujuran beliau meliputi segala bidang, seperti perdagangan, solidaritas sosial, pemerintahan, perundingan, dan lainnya. Lalu, siapa yang bisa menandingi beliau dalam hal ini?


3. Apakah dia ahli dalam perundingan, seperti mendamaikan beberapa suku yang saling bermusuhan di suatu kawasan?

Sebagai orang yang jujur, Muhammad telah menjadi sosok yang selalu diperhatikan, baik perkataan maupun perbuatannya. Apa yang diperintahkannya ditaati, dan apa-apa yang dinasihatkannya selalu dilaksanakan. Hal ini karena, apa yang diutarakannya itu adalah benar, dan masyarakat telah memandangnya sebagai orang yang benar-benar jujur. Mereka tidak pernah punya pengalaman dibohongi oleh beliau atau, diarahkan kepada sesuatu yang buruk. Jadi, apapun yang dikatakan oleh Muhammad selalu diperhatikan dan direnungkan untuk dilaksanakan, tak terkecuali perintahnya untuk berdamai dalam pertikaian kelompok. Lantas, siapakah yang bisa melebihi beliau?


4. Apakah dia memiliki taktik perang sebaik Muhammad saw. ketika beliau membentuk pasukan untuk perluasan kekuasaan di luar jazirah Arab dan berhasil?

Dalam melaksanakan siasat perang, beliau adalah orang yang paling berpikiran sederhana. Penuh sopan santun dalam etika peperangan. Beliau tidak memperbolehkan membunuh wanita, orang tua lanjut usia ataupun anak-anak. Peperangan yang beliau lakukan karena keterpaksaan ketika beberapa kelompok orang menghalangi beliau untuk menyampaikan kebenaran. Jadi, tujuan beliau dalam berperang adalah agar setiap manusia tahu tentang Islam. Adapun manusia yang menolak terhadap Islam, maka hal tersebut adalah di luar prosedur, dan tak perlu dibunuh sepanjang tidak memerangi beliau dan kaum Muslimin lainnya. Beliau adalah panglima perang paling sempurna yang pernah ada. Tak ada percobaan penaklukan kawasan yang beliau lakukan, kecuali hal tersebut berhasil. Hal inilah yang sangat menakjubkan mengingat pesonil mereka yang tak sebanding dan perlengkapan perang mereka yang tidak memadahi, sementara lawan mereka adalah bangsa-bangsa berkelas, mulai dari Yunani, Persi…., dan lainnya. Apa ada komandan seperti ini di zaman kita yang serba Log-In dan Register ini?


5. Apakah dia memiliki taktik pemerintahan sebaik yang dimiliki Muhammad saw. ketika beliau mengalami embargo kewarganegaraan dalam perjanjian “Hudaibiah”?

Beliau sangat sempurna dalam bidang kepemimpinan. Lihatlah, ketika beliau menghadapi perjanjian “Hudaibiah” yang dari segi logika saja hasil dari perjanjian tersebut justru meng-anak-Emaskan pihak musuh. Tapi, justru hal itu lah yang menjadi –inti– kunci kemenangan mutlak beliau di antara semua usaha yang telah beliau lakukan sebelumnya. Tidakkah kita penasaran dengan cara berpikir beliau yang sangat tidak biasa dan tak tertandingi itu. Lihatlah, perjanjian politik saat ini, yang hasil perjanjiannya selalu terlihat menguntungkan semua pihak, padahal…, -terkadang- isi perjanjian itu malah merugikan semua pihak!!!Nah, di zaman yang serba magister ini, Apa ada orang yang sebaik beliau dalam bidang politik?


… bersambung,

Written by Amir

18 Januari, 2010 pada 14:45

Ditulis dalam Realitas Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: