Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Rumus Umum: “Bagaimana Mematahkan Tuduhan Palsu Terhadap Islam”

with 2 comments


Akhir-akhir ini banyak beredar di internet tentang tuduhan-tuduhan palsu terhadap Islam. Dan seperti biasa, tuduhan-tuduhan itu seperti virus manis yang berusaha menghancurkan fundamental (dasar/pokok/inti) keimanan kita. Dan saya sebagai seorang muslim merasa tertarik untuk menganalisa pokok permasalahan tersebut sehingga pada akhirnya dapat dibentuk Rumus Umum untuk pemecahan masalah tersebut.

Pemenuhan terhadap persyaratan berikut ini menunjukkan bahwa tuduhan yang dilontarkan tersebut berada dalam level “SERIUS”, dan jika tidak terpenuhi, maka tuduhan tersebut berada dalam level “ISENG”.

Rumus Umum tersebut adalah:

Siapakah orang itu?

1. Apakah dia buta huruf (tak mengenyam pendidikan formal sedikitpun) seperti Muhammad saw. yang ummi (buta huruf)?
2.Apakah dia dikenal sebagai orang yang jujur oleh setiap kenalannya?
3.Apakah dia ahli dalam perundingan, seperti mendamaikan beberapa suku yang saling bermusuhan di suatu kawasan?
4.Apakah dia memiliki taktik perang sebaik Muhammad saw. ketika beliau membentuk pasukan untuk perluasan kekuasaan di luar jazirah Arab dan berhasil?
5.Apakah dia memiliki taktik pemerintahan sebaik yang dimiliki Muhammad saw. ketika beliau mengalami embargo kewarganegaraan dalam perjanjian “Hudaibiah”?

JIKA HASIL SEMUA PERTANYAAN DI ATAS BERNILAI "YA", MAKA TUDUHAN TERSEBUT ADALAH SERIUS DAN PANTAS UNTUK DIPERHITUNGKAN. NAMUN, JIKA SALAH SATU SAJA BERNILAI "TIDAK", MAKA SI PEMBERI TUDUHAN TERSEBUT SEPERTI tikus hutan yang mencacimaki kerajaan singa padang pasir yang begitu luas wilayah kekuasaannya, sementara si tikus itu sendiri tak punya wilayah kekuasaan sedikitpun selain beberapa lubang sebagai tempat persembunyiannya.

Untuk saudaraku sesama muslim, berbahagialah dan jangan berkecil hati! Islam tidak sesempit perkataan mereka. Dan jangan jadikan cacian mereka seperti air garam yang menggerogoti lambung kapal. Mereka hanya berusaha menularkan keraguan tentang agama mereka sendiri terhadap diri kita.
Aku berusaha untuk mencintai diri kalian sebagaimana aku mencintai diriku, sebab itu aku menulis artikel ini. Aku tak ingin kalian mengikuti gravitasi yang selalu mengarah ke jurang kesesatan, sementara kita harus selalu melawan gravitasi untuk mencapai keselamatan di puncak gunung kebenaran.

Cacian mereka terhadap Islam bisa diibaratkan seperti orang yang ketika melihat tumpukan emas ia malah mengencinginya, memberakinya, meludahinya, dan menginjak-injaknya. Tentu saja, perbuatan mereka yang begitu terhormat dan antusias itu tak akan mengurangi nilai karat emas tersebut, apalagi sampai menurunkan harga emas di pasaran. Dan yang kita sayangkan atas orang itu adalah, “kenapa ia tidak mengambil saja emas tersebut, tapi malah berbuat hal yang tidak penting?” Sementara orang tersebut masih dalam keadaan waras waras dan masih bisa berpikir secara normal.

Mereka membuat kesalahan besar dengan menganggap Nilai Islam dipengaruhi oleh pemeluknya. Padahal Allah swt. telah menegaskan bahwa seandainya semua manusia dari zaman Nabi Adam as. sampai hari akhir beriman dan menyembah kepada Allah swt. semata, maka hal tersebut tak akan sedikitpun menambah Kemuliaan-Nya. Begitu juga seandainya seluruh manusia dari zaman Nabi Adam hingga hari akhir ingkar (kafir) terhadap-Nya, maka hal itu tak akan mengurangi Kemuliaan-Nya sedikitpun.

Akhirnya, saya hanya dapat berkata, bahwa kesesatan hanya bagi mereka yang tak menginginkan petunjuk.

Written by Amir

11 Januari, 2010 pada 14:25

Ditulis dalam Realitas Islam

Tagged with , , , , , ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. yang namanya tuduhan palsu, tentu atas dasar dalil yang palsu juga… jadi salah satu rumusnya, pahami dulu dalilnya… sehebat apapun penuduh, kalo dalilnya palsu, akan sangat mudah dipatahkan…

    kanzunqalam

    23 Mei, 2010 at 08:48

    • Pendapat Anda memang benar, tapi itu hanya untuk orang Islam yang mengkaji (mempelajari) literatur agamanya dengan baik.

      Masalahnya sekarang di dunia masyarakat Islam itu sendiri, kebanyakan orang Islam seringkali melihat sesuatu yang palsu sebagai sesuatu yang asli. Di sinilah pentingnya “memperbandingkan” sosok si penuduh (Si Kafir) itu dengan yang tertuduh (Muhammad saw.).

      Jika sudah demikian, kita akan segera tahu bahwa “kredibilitas” (tingkat keunggulan) si penuduh ternyata kalah jauh dengan yang tertuduh itu sendiri. Sebab itulah, kita tidak perlu mempedulikan tuduhan itu… karena berasal dari orang gak penting. Dan saya tahu apa maksud mereka. Mereka hanya ingin “mengkerdilkan” mental orang-orang Islam.

      Tuduhan orang-orang kafir banyak yang meyakinkan (tentu saja, terhadap masyarakat awam). Gak percaya? Lihat saja di http://www.beritamuslim.wordpress.com

      Artikel-artikel dalam blog tersebut terlihat sangat meyakinkan bagi masyarakat awam (umum/kebanyakan) karena susunan kata-katanya yang “seolah-olah” meyakinkan disertai bukti-bukti yang memiliki korelasi (keterkaitan) asal-asalan. Ilmu retorika mereka masih payah.

      Amir

      23 Mei, 2010 at 14:33


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: