Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Melihat Bentuk Persepsi Umat Kristen terhadap “Islam”

with 14 comments


Artikel ini tidak dibuat untuk memojokkan golongan tertentu, ataupun menyanjung golongan tertentu secara berlebihan. Saya menulis artikel ini ibarat seorang wasit berkebangsaan Brazil yang sedang mengawasi pertandingan antara Brazil dan PSSI –walaupun hal itu tak pernah terjadi. Jadi, jelas pemenangnya ditentukan oleh jumlah goal gawangnya, bukan oleh negara asal kesebelasannya.

Sebagai seorang muslim, saya cukup mengerti aturan dalam agama saya. Tidak diperbolehkan mencaci kesalahan orang lain untuk memojokkannya. Tapi, di lain pihak saya tak ingin Agama saya dilecehkan oleh orang yang tak bertanggungjawab dengan cara memberikan tuduhan palsu atas kebenaran Agama saya. Mereka (umat keristen) memahami Islam melalui pandangan mereka yang tidak murni (alkitab dalam banyak versi, perjanjian lama, baru, dll), yakni subjektivitas (berdasar pendapat pribadi). Sementara dalam dunia modern seperti bidang jurnalis sekalipun, semua hal -tidak terkecuali masalah penelitian, harus bersifat objektif, bukan subjektif atau atas pendapat pribadi semata.

Dan dalam segala hal ada sudut pandang yang paling jelas dalam memahaminya. Kita bisa melihat monas sebagai sebuah tugu apabila kita melihatnya dari sudut pandang yang paling jelas, yakni dari samping. Dan ketika kita melihatnya dari atas (cakrawala), maka monas tak akan tampak sebagai tugu melainkan hanya sebagai titik atau sebuah benda dengan ketinggian yang sangat rendah. Nah, begitu pula jika kita melihatnya dari bawah, kita akan memperoleh gambaran yang tidak jelas tentang bentuk monas tersebut. Sebab itu, di sinilah sudut pandang memiliki peranan penting dalam menentukan / menyimpulkan suatu objek penelitian.

Atau seumpama seseorang pengamat mobil yang mengamati merek-merek mobil tertentu, semisal Toyota. Maka si pengamat tersebut, tidak boleh mengambil kesimpulan sembrono dengan mengatakan bahwa mobil merek Toyota itu jelek, meskipun kenyataan di lingkungan menyatakan bahwa kebanyakan kecelakaan mobil yang terjadi di lalu lintas bermerk Toyota. Banyak hal yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Dan karena di lingkungan masyarakat, mayoritas menggunakan mobil merek Toyota, tentu saja prosentase kemungkinan kecelakaan terbesar diperoleh oleh mobil bermerk Toyota. Dan semua orang tahu, bukan merek mobilnya yang bermasalah, tapi hal lain. Dan penyebabnya bisa saja sopir yang sembrono, pelanggaran batas kecepatan, pelanggaran rambu lalu lintas, menyetir dalam keadaan mabuk, atau keadaan jalan yang tak layak pakai, dan sebagainya.

Kebanyakan umat kristen melihat Islam dengan pandangan sebelah mata. Dengan kata lain, mereka tidak serius dalam mengamatinya. Mereka mengambil kesimpulan dengan pemikiran yang sesaat. Ketika mereka mengetahui bahwa kebanyakan orang Islam memiliki watak yang sembrono, acuh tak acuh, melakukan aktivitas pornografi, perampokan, pembunuhan, suap menyuap, tidak berbisnis dengan sehat, perlakuan curang, penipuan, terlalu arogan, sistem joki UMPTN, prostitusi, dugem, pembajakan hak cipta, perjudian, santet, dan sebagainya…., lantas mereka mengambil kesimpulan yang instant, semisal “Islam agama yang Bodoh”, “Islam agama yang Sadis”, “Islam agama yang tak berkeprimanusiaan” dan lainnya sesuai dengan pemikiran instan yang mereka peroleh waktu pikiran mereka mengolah kenyataan di lapangan. Kasus seperti ini mirip dengan kasus si pengamat mobil Toyota di atas, dimana ia mengambil kesimpulan bahwa mobil Toyota itu jelek, tak berkualitas, murahan, tak layak pakai, rongsokan, mobil tak berkelas, dan kata-kata manis lainnya…., yang ia katakan ketika ia melihat kenyataan di lapangan, bahwa prosentase kecelakaan terbesar di alami oleh mobil bermerk Toyota. Tentu saja pernyataan tersebut tak bisa diterima oleh fans Toyota, karena pemberian tuduhan itu tak mempertimbangkan aspek lainnya, melainkan hanya dari segi merek dan kuantitas sopirnya.

Jika Anda benar-benar ingin memahami mobil Toyota, maka jangan berpedoman pada si sopir mobil Toyota tersebut, tapi selidikilah dengan sedetil-detilnya tentang spesifikasi dari mobil Toyota tersebut, kalau perlu lakukan percobaan sendiri dengan driving test (mencoba mengoprasikannya).
Begitu juga jika Anda (umat kristen) ingin tahu, bagaimana Islam yang sebenarnya. Maka jangan berpedoman pada penganutnya tapi pada sumber kebenaran yang ada dalam Islam. Sumber kebenaran dalam Islam ada dua yakni: al-Qur’an dan al-Hadits. Hal ini berdasarkan hadits (perkataan Nabi) yang bunyinya kurang lebih sebagai berikut

“Aku tinggalkan dua hal bagi kalian. Kalian tak akan tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yakni al-Qur’an dan as-Sunnah” (al-Hadits).

Jadi, jelas dari hadits di atas, bahwa penentuan nilai Islam yang sesungguhnya bukan dari pemeluk agama Islam itu sendiri, melainkan dari dua sumber kebenaran tersebut.

Tulisan ini adalah tanggapan saya terhadap situs:
http://beritamuslim.wordpress.com/

Tulisan ini tidak bermaksud mempengaruhi atau menghipnotis Anda (umat kristen). Sebagaimana telah saya katakan di awal artikel ini, saya hanya sebagai wasit. Dan yang saya nyatakan pemenang adalah: Kenyataan Islam itu sendiri dan bukan “yang mau menang sendiri” atau “yang tak mau mengalah”.

Anyway, percayalah, tak ada kebenaran yang tak terbuktikan. Ini hanya masalah waktu, bukan masalah siapa yang benar dan siapa yang salah.

Iklan

Written by Amir

9 Januari, 2010 pada 10:58

14 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Assalamualaikum

    Mari galakkan Posting Membela Islam
    KIta lupakan saja Web yang mnegolok olok
    Kita tinggalkan saja (jangan dikunjungi)
    Kita cukup menyebarkan Pesan Positif
    untuk mengalahkan Fitnah kejam Sang pembuat Nista tersebut

    POSTING BARU TEMA ISLAM RAHMATAN LILALAMIN

    Terbukti, Penelitian Universitas AS bahwa Muslim itu Bukan Teroris
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/2010/01/09/terbukti-penelitian-universitas-as-bahwa-muslim-itu-bukan-teroris/

    TUKERAN LINK YUK
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com

    Tarbiyatul banin

    9 Januari, 2010 at 21:50

    • Pembelaan terhadap Islam ada semenjak zaman dulu, bahkan semenjak Nabi saw. belum terlahir. Yakni ketika Allah swt. membanggakan umat akhir zaman terhadap Musa as., sehingga Musa as. merasa cemburu dan ingin menjadi Nabi umat akhir zaman tersebut, atau paling tidak menjadi umat akhir zaman (jika tak bisa menjadi Nabi akhir zaman). Namun, permintaan itu ditolak karena alasan yang cukup logis, yakni karena Nabi umat akhir zaman tersebut berasal dari golongan mereka sendiri, dan Nabi Musa as. lahir mendahului masa mereka (tak mungkin jadi umat akhir zaman).

      Dan pembelaan kita terhadap Islam, adalah wujud kecemburuan kita. Seprti orang yang keluarganya dicacimaki dengan tuduhan palsu, tak berdalil, dan tak berkepentingan…, tentu saja ia ia memiliki hak untuk marah, mengingat orang tersebut bukan orang tuli, buta, bisu, dan lumpuh -ia tak bisa berpura-pura bodoh+bloon dengan menganggap cacimakian itu sebagai angin lalu.

      Amir

      11 Januari, 2010 at 13:03

  2. benar.
    jangan memandang suatu agama dari beberapa penganut saja.
    pandang dari bebagai sudut terutama dari ajaran dan sumber agamanya.
    hidup islam!!!!

    ade uny

    10 Januari, 2010 at 06:17

    • Ruh Islam akan tetap hidup sekalipun semua orang Islam saat ini berpindah Agama. Dan semua orang sepakat bahwa kebenaran adalah sesuatu yang bernilai mutlak (tak terbantahkan), bukan bernilai “kurang lebih” (perkiraan, atau pendapat semata).

      Amir

      11 Januari, 2010 at 12:51

  3. semoga keadaan bisa membaik

    Husein Saladin

    10 Januari, 2010 at 09:45

    • Saudaraku, kita tak bisa berharap banyak dalam kehidupan yang serba terbatas ini. Tak akan ada perdamaian yang sesungguhnya sebelum peradilan (hari Kiamat). Dan setiap orang yang hidup di dunia ini hanya mengumpulkan bukti (baik ataupun buruk) atas perbuatannya sendiri, sadar ataupun tidak sadar.

      Amir

      11 Januari, 2010 at 12:45

  4. Menanggapi analogi wasit brasil memimpin brasil vs Indonesia. Secara tersirat & akal sehat, wasit brasil tentu tidak ingin brasil kalah, apalagi dr Indonesia yg minoritas di dunia persepakbolaan. Saya setuju, jangan melihat agama dari pemeluknya. Hal ironis, karena Indonesia dengan jumlah pemeluk agama Islam dan Haji terbesar di dunia, peringkat 1 negara terkorup di asia pasifik. Satu hal lagi, TUHAN & agama tidak perlu pembela, bagi TUHAN semudah membalik telapak tangan u/ membinasakan manusia ciptaanNYA yg menentang Dia.

    Momo

    10 Maret, 2010 at 11:46

    • BENAR SEKALI APA YANG ANDA UCAPKAN ITU.

      Sebab itu cacilah “Umat Islam” (seperti saya ini), jangan mencaci “Agama Islam”.

      Jika Anda mencaci pabrik mobil Toyota hanya karena sering terjadinya kecelakaan mobil yang merek “Toyota”, maka ketahuilah Anda bisa dituntut!

      (Apakah Anda mencaci kami karena kami beragama “Islam”? Carilah alasan yang benar untuk mencaci seseorang. Kesalahan yang kami perbuat adalah dalam hal “Korupsi”, kriminalitas, perampokan, dll. Sementara Anda mencaci kami dengan membawa-bawa agama kami. Tentu saja kami tidak terima, karena yang salah itu adalah kami sendiri, BUKAN AGAMA KAMI!)

      Seperti yang disebutkan di atas…
      Anda seperti orang yang menyalahkan pabrik Mobil Toyota, karena seringnya kecelakaan mobil bermerk Toyota. Tak ada hubungannya antara pabrik dengan “Kecelakaan”. Karena kita semua tahu, pabrik mobil “Toyota” bukan pabrik mobil Amatiran. Yang salah itu sopirnya! Karena dia yang nyetir, nginjak gas, nginjak rem, dll. Dan si sopir tersebut tak “BIJAK” dalam melakukan tindakan-tindakan tersebut. Celakalah “dia itu”! Bukan pabrik Toyotanya yang celaka!

      Amir

      10 Maret, 2010 at 14:35

  5. wah2 coba deh liat komentar2 saudara kita di faithfreedom.com yg sangat jelas mencaci muslim!!

    Ridho

    3 April, 2010 at 20:36

  6. ya sebagai umat islam kita harus menjalani kehidupa

    upik

    26 Mei, 2010 at 14:57

  7. ya saudaraku seiman dan se agama,teguhkanlah iman kita d atas iman yg sebenarnya yaitu keimanan dalam islam Allahu akbar,,,dan slamatkanlah orang yg mendustai islam,ssngghnya orang yg munafik dan fasik tdk akan pernah merasakan kedamaian d dlm hati nya mrk yg plng dalam,dan tdk akan prnh menemukan ketenangan hati dan jiwa pd diri mereka shingga ajal mreka menjemput. Allahu akbar,,Allahu akbar,,Allahu akbar. semangat jihad hai saudaraku melawan penindasan kaum yahudi biadab dan kristen terla’nat. iblis menyukai orang2 yg bidab,bejat,munafik,fasik dan bejat.

    dacil

    16 Juni, 2010 at 10:38

  8. mereka itu seperti ingin melihat gajah dalam kegelapan

    yana suryana

    5 Desember, 2010 at 23:46

    • kristiani yg sekarang adalah umat buah dari kebodohan para pendahulu mereka,,, yg merahasiakan kedatangan islam kita yg di bawa rosullullah saw. seansainya mereka tau ttg apa yg di lakukan oleh pendahulu mereka para ahli kitab yg merahasiakan isla,, tentu mereka berpikir 100 kali untuk ilang yg tidak2,,, karena merekalah yg bodoh

      sany

      19 April, 2011 at 18:59

  9. ristiani yg sekarang adalah umat buah dari kebodohan para pendahulu mereka,,, yg merahasiakan kedatangan islam kita yg di bawa rosullullah saw. seandainya mereka tau ttg apa yg di lakukan oleh pendahulu mereka para ahli kitab yg merahasiakan islam,, tentu mereka berpikir 100 kali untuk ilang yg tidak2,,, karena merekalah yg bodoh

    sany

    19 April, 2011 at 19:01


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: