Aneka Resep Kehidupan

Nutrisi Kaya Hikmah untuk Kebutuhan Jiwa Anda

Bagaimana Cara Menjadi Orang yang Baik?

with 23 comments


Hidup adalah suatu anugerah (pemberian/nikmat) yang harus dihargai. Kita hidup di dunia ini HANYA satu kali. Lantas kenapa harus buang-buang waktu hanya untuk memperburuk keadaan kita di masa depan (akhirat)?

Sistematika kehidupan yang kompleks, juga auditingnya yang pasti sangatlah rumit, telah menuntut kita untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita.
Kepada siapa?
Tentu saja, kepada Pencipta Kehidupan ini, yang telah memberikan kita kehidupan, yang telah memberikan kita segala keperluan hidup (panca indra, nikmat kesehatan, pengetahuan, dll).
Tidak pantaskah kita membalas segala kebaikan-Nya? Dengan cara berusaha memaksimalkan kinerja akal dan pikiran kita untuk mentaati segala perintah-Nya?
Dunia ini adalah tempat ujian, dan bukan tempat bertamasya seperti yang disangka oleh kebanyakan orang. Mereka sangat disibukkan oleh keperluan yang tidak ada kaitannya dengan wujud rasa terima kasih atas kebaikan-Nya.

Waktu selalu berputar kedepan, dan tak akan pernah kembali. Alam semesta ini teratur karena ada Yang Mengatur.
Selama waktu belum terlambat, kita harus selalu berusaha melakukan perubahan kepada yang lebih baik. Kita juga harus senantiasa berusaha memahami kebenaran berdasarkan literatur yang ada dengan cara memperbandingkannya satu sama lain.
Karena jika kita gagal dalam kehidupan ini, maka ketahuilah, bahwa penyesalan akan hal tersebut sangat tidak terbayangkan.

Menjadi orang baik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun demikian, menjadi orang baik juga tidaklah sesulit membalikkan telapak kaki. Kita hanya perlu keseriusan dalam menekuninya.

Artikel ini mengajak Anda untuk menjadi manusia yang baik. Yakni manusia yang mengenal dirinya, tahu untuk apa dia diciptakan, dan kemana dia akan mudik (kembali/pulang kampung).

Dalam artikel ini, ada beberapa link yang mengarah pada artikel lain. Untuk mempermudah pemahaman, bacalah dulu secara keseluruhan isi artikel ini kemudian Anda bisa mencoba untuk meng-klik link-link tersebut.

Pengetahuan yang Luas


Pengetahuan yang luas merupakan syarat utama bagi Anda yang ingin memaksimalkan kinerja jiwa dan akal Anda untuk menjadi orang baik.

Kemudian juga, ada beberapa hal penting yang merupakan dasar pembentukan kesadaran seseorang untuk bisa menjadi orang baik. Hal-hal penting tersebut harus selalu Anda renungkan agar Anda tetap ingat dan sadar akan konsep kehidupan yang sebenarnya.


    Hal-hal tersebut adalah:
  1. Tahu Diri
  2. Tahu Tuhan
  3. Tahu Dunia
  4. Tahu Akhirat

Artikel-artikel di atas adalah karangan Imam al-Ghazali. Beliau adalah tokoh kharismatik dalam ilmu kejiwaan (psikologi).

Pahami Konsep Takdir!


Kemudian, setelah Anda memahami pengetahuan tentang empat hal di atas, maka pahamilah tentang konsep takdir (baca: Kronologi Terbentuknya Takdir). Ini dimaksudkan agar Anda tidak cengeng dan berputus asa dalam menghadapi realitas hidup yang ada, juga tidak berkeluh kesah atau cenderung menyalahkan orang lain atas keadaan buruk yang menimpa.

Jadilah seorang ksatria, hadapi hidup ini dengan senyum –yang menawan dan mempesona. Anda boleh menangis untuk sesaat (di dunia), tapi tidak selamanya (di akhirat).
Anda adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas diri Anda. Cintailah diri Anda dengan penuh perhatian. Berikanlah nasihat yang baik terhadap diri Anda. Dan dengarkanlah hati nurani Anda.

Kunci Kebaikan


Kunci kebaikan itu adalah DISIPLIN terhadap pengetahuan agama.
Yakni dalam bentuk pelaksanaan aturan-aturan yang telah diperintahkan dalam agama dan menjauhi apa yang dilarang olehnya.

Dalam hadits disebutkan:
Apabila seseorang dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka ia akan diberi pemahaman dalam hal agama. (Shahih Bukhari: 71 dan Shahih Muslim: 1037)

Sebab dari itu, Anda seharusnya merasa suka dan senang dalam membaca literatur-literatur agama kemudian berusaha mengamalkannya sebaik mungkin. Seperti membaca al-Qur’an, hadits, cerita hikmah para orang shalih terdahulu. Juga tentang nasihat-nasihat para ulama’.

Mengapa?
Karena pada dasarnya, –seperti yang dikatakan Imam al-Ghazali– fungsi hati seorang manusia itu adalah, suka menyerap kebenaran. Dan itu pula yang akan menenangkan hati seseorang. Ia juga berfungsi sebagai penawar dan penghibur hati yang luka (sedih).

Namun, demikian, penerapan disiplin tersebut bukan berarti kita harus sok ngatur orang lain. Dalam hal ini kita hanya memfokuskan penerapan disiplin dalam perbuatan kita, dan masalah penerapannya oleh orang lain adalah no.2.

Kemudian,
Anda juga harus tahu nilai-nilai perbuatan Anda. Semisal, Anda harus tahu apa “hukumnya mendengar lagu/musik”, “hukum MLM”, “apa gunanya shalat, puasa, zakat”, “apa keuntungan berdoa”, “apa manfaat mendengar bacaan Qur’an”, “bagaimana adab makan dan minum” dan hukum-hukum perbuatan yang sering dilakukan sehari-hari. Anda bisa mengetahuinya dengan mudah, seperti membaca buku terjemahan, atau cari di google, atau bertanya kepada orang yang fasih atas masalah tersebut.

Berusahalah sedisiplin mungkin dalam melaksanakan aturan agama. Semakin, Anda disiplin, semakin baik kepribadian Anda, yang akhirnya menyebabkan semakin baik pula kondisi kejiwaan Anda.

Apakah Anda mau bukti tentang “kedisiplinan terhadap aturan” yang mempengaruhi nilai sesuatu?

Contohnya adalah:
Lihat dan bandingkanlah tipe ponsel Nokia tipe N85 dengan tipe 3310. Keduanya menganut aturan-aturan kedisiplinan yang jauh berbeda.

Saya tak bermaksud menjelaskan tentang HP, saya hanya ingin Anda mengerti dan paham konsep kedisiplinan dengan contoh analogi seperti ini…

Kedua ponsel tersebut memiliki nilai (harga) yang sangat berbeda karena aturan kedisiplinannya yang berbeda.

N85 punya fasilitas GPS, GPRS, EDGE, 3G, support email, browsing, complete organizer, wifi (LAN network), FM transmitter, Bluetooth dan fitur-fitur lain yang sangat menakjubkan.

Kenapa?
Karena di tipe N85, designernya (perancangnya) telah memasangkan komponen-komponen canggih dan menerapkan aturan-aturan terhadap ponsel tersebut untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut, yakni dalam hal gprs, gps, wifi, Bluetooth, dll melalui aplikasi programnya. Ia juga bisa dikembangkan dengan aneka ragam aplikasi yang terbaru dan ter-update, semisal Call Manager, Messenger, dll.

Sedangkan di tipe 3310, tidaklah demikian. Tipe tersebut hanya muter-muter di fitur SMS, display monochrome, contact, dan fitur-fitur lainnya yang sangat terbatas.

Mengapa demikian?
Karena di tipe 3310, selain designernya tidak menginstalkan (memasangkan) komponen yang mutakhir, dia juga tidak menyertakan aplikasi-aplikasi yang canggih di dalam ponsel tersebut.

Nah, kaitannya dengan kita sebagai manusia adalah,
Kita adalah makhluk yang punya potensi bakat yang menakjubkan. Kita punya akal yang bisa dikembangkan melebihi batas penilaian IQ maksimal. Setiap kita lahir dalam keadaan buta huruf dan tak beradab (karena suka pipis sembarangan). Namun, sebagian dari kita tumbuh menjadi orang-orang penting yang sangat berpengaruh dalam modernisasi kehidupan ini.

Mereka telah menemukan listrik, bola lampu, mesin uap, nuklir, komputer, jet tempur, kapal selam, bahan bakar tenaga sel surya (matahari), satelit pengintai jarak jauh, manipulasi genetis jaringan sel, dodol aneka rasa, dll.

Namun, demikian, kedisiplinan mereka masih dalam satu bidang saja, yakni dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam kenyataannya, banyak orang mampu menempuh disiplin dalam bidang ini.

Nah, bagaimana bentuk kedisiplinan dalam hal agama?
Kedisiplinan dalam hal agama adalah hal yang sangat berbeda. Dan jarang orang mampu melakukannya, karena hambatannya yang sangat besar. Ini masalah kebaikan dan kepuasan (kedamaian/ketenangan) hati, yang dikenal dengan nama umum: Kebahagiaan Sejati.

Jika Anda menganggap “kebahagiaan sejati” sebagai sesuatu yang bersifat segalanya, maka ketahuilah, bahwa disiplin terhadap perintah agama adalah hal yang harus selalu Anda usahakan agar yang Anda inginkan tersebut bisa terwujud.

Jika Anda tidak melakukan demikian, MAKA
Jiwa Anda yang Mulia dan akal Anda yang CANGGIH itu, hanyalah seperti ponsel Nokia N85, namun tidak di-install aplikasi-aplikasi canggih dan terbaru. Ia hanya digunakan untuk keperluan standar, seperti kirim SMS, membuat dan menerima panggilan, dan keperluan standar lainnya. Ia tidak digunakan untuk menentukan posisi seorang melalui GPS, aplikasi email notification, messenger, menjelajahi workstation jaringan komputer, dan aktivitas-aktivitas menakjubkan lainnya.

Apakah Anda ingin menjalani kehidupan ini hanya dalam aktivitas sebatas lahir, hidup, dan mati begitu saja, tanpa memperoleh sesuatu yang berharga setelah keluar dari kehidupan dunia ini?

Sangat disayangkan, potensi yang sangat besar, namun dengan implementasi (pemanfaatan) yang sangat minim.

Juga,
Apakah Anda tidak penasaran kenapa Allah memerintahkan para Malaikat dan Jin untuk bersujud kepada Adam as., hanya karena ia bisa menyebutkan nama buah-buahan di Surga?

Adam as. memiliki suatu keistimewaan unik yang tak dimiliki oleh kedua golongan makhluk tersebut, yang menjadikannya paling mulia di antara ciptaan yang ada.

Kemudian dalam konteks disiplin dalam hal agama,
Kedisiplinan dalam mematuhi perintah agama dan menjauhi larangannya, akan membawa Anda ke posisi yang sangat tinggi dan tak bisa dibayangkan. Dan hal ini seperti yang disebutkan sebelumnya, merupakan masalah kejiwaan tersendiri, yang sangat sensitif, penuh rahasia, dan tak bisa dideteksi dengan ilmu pengetahuan biasa.

Bukankah Anda pernah mendengar cerita tentang para wali yang kramat seperti walisongo? Mereka punya kedudukan 1 level di bawah derajat para nabi. Cerita mereka itu bukan mitos, dan bukan takhayul. Mereka memperoleh keadaan seperti itu atas pengembangan kedisiplinannya dalam hal agama.

Namun demikian, untuk manusia seperti saya dan Anda, sekalipun tidak bisa seperti para wali, paling tidak kita bisa merasakan ketenangan dalam hidup ini dengan cara berdisiplin dalam hal agama, yang akhirnya akan mendatangkan kebahagiaan sejati, termasuk juga Surga.

Jangan seperti sebagian orang kaya yang akhirnya bunuh diri hanya karena patah hati atau stress karena masalah yang sebenarnya sepele. Jiwa mereka down (rusak) karena tak berdisiplin dalam agama. Jelasnya, mereka punya jiwa yang sangat kehausan, kelaparan, dan sakit dan akal mereka kadang terbalik. Tapi mereka tidak pernah peduli dan cuek.

Tak Ada Level Aman


Maksudnya adalah, sekalipun Anda telah bisa menjadi orang baik, maka ketahuilah, bahwa Anda masih memiliki potensi (kecenderungan) untuk menjadi orang yang buruk dan celaka. Anda bisa saja menjadi buruk kembali pada suatu waktu nanti. Intinya, jangan pernah menganggap bahwa diri Anda adalah orang baik yang telah selamat dari kecenderungan kepada keburukan.

Satu-satunya level aman yang bisa dinikmati oleh seseorang yang baik adalah ketika ia telah keluar dari kehidupan dunia ini, yakni setelah ia mati. Saat itulah ia terlepas dari segala beban kehidupan yang menyiksa, seperti, keharusan menjaga hawa nafsu, tersiksa oleh cemoohan orang lain (karena harus bersabar), diskriminasi, ketidak-adilan pemerintah, dll.

Jadi, selama Anda hidup di dunia ini, Anda harus tetap berusaha menjadi orang baik dengan cara tak berputus asa dan selalu berusaha untuk mempertahankannya. Sampai kapan? Sampai Anda harus bertemu dengan-Nya (mati) untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan Anda, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang buruk.

Ketahuilah, Allah telah memberikan hidup ini kepada Anda secara bebas sesuai kehendak Anda. Anda berhak melakukan apa saja yang Anda inginkan… dalam rentan waktu yang sangat terbatas, yakni selama ±06 tahun, bisa lebih dan bisa juga kurang.

Terakhir, yang perlu Anda ingat juga adalah,
Allah tak menciptakan manusia untuk membangkang terhadap-Nya.

Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-Ku. (Adz Dzariat:56)

Written by Amir

18 Februari, 2010 at 06:59

23 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Semoga Allah subhanahu wa Ta’ala senantiasa mudahkan jalan yang sedang kita tempuh untuk menjadi hamba-hambaNya yang selalu baik,
    Aamiin ya Rabbal’alamin, :)

    engkaudanaku

    23 April, 2010 at 19:00

    • Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS. Yunus: 26)

      Salam.

      Amir

      23 April, 2010 at 19:36

      • salam kenal, saya bramanta wisnu (surabaya), apa yang anda tulis baik sekali dan menginspirasi, terimakasih.

        bramanta wisnu

        17 September, 2012 at 15:19

  2. saya ingin menjadi seorang hamba yg di akui oleh allah
    bagai mana ya cara nya
    tolong dong yg memiliki pemahaman tarekot ati jani

    wahesa darma

    1 Juli, 2010 at 12:54

    • Maaf sebelumnya karena comment-nya lama gak saya respon, karena saya jarang ngecek comment di blog saya secara keseluruhan.

      Kemudian, mengenai pertanyaan Anda…
      Sebenarnya pertanyaan Anda adalah pertanyaan yang cukup besar untuk bisa saya jawab. Dan yang menjadi permasalahan bagi saya dalam pertanyaan Anda adalah kata “Diakui“. Namun, saya akan tafsirkan perkataan tersebut dengan kata “Mulia”.

      Sehingga dengan artian kata tersebut, maka pertanyaa Anda bisa dirubah menjadi:
      Bagaimana caranya menjadi orang yang Mulia di sisi Allah?

      Dan jawabannya ada dalam al-Qur’an:
      …Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. … (QS. Al-Hujurat [49]: 13)

      Kata Taqwa bisa diartikan dengan Kepatuhan. Jadi, semakin tinggi kepatuhan seseorang dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya, maka ia akan menjadi orang yang semakin mulia, dan dengan sendirinya akan menjadi manusia yang “semakin diakui” di sisi Allah Subhanahu wata’ala.

      Dan manusia yang paling Taqwa adalah dari kalangan Nabi dan Rasul, kemudian para wali, dan orang-orang yang mengikuti mereka (sesuai dengan tingkat kepatuhan/ketaqwaan masing-masing).

      Dan sebagai tambahan, saya bukan pengikut aliran tarekat tertentu. Saya hanya seorang muslim yang berusaha melaksanakan kewajiban-kewajibannya sebaik mungkin(yakni, mengamalkan rukun Islam: Syahadat-Shalat-Puasa-Dzakat-Haji bila mampu).

      Amir

      30 Juli, 2010 at 10:10

      • kadang kita paham, dan niat,cuma berat melkukannya

        wicaksono71

        22 Februari, 2012 at 14:11

  3. Asslkm,sya mgkn sdh terlalu byk berbuat dosa mgkn allah sdh tdk bisa memaafkan sya lgi… Sya malu dgn diri sya sendiri. Sya ingin jdi muslimah yg baik. Sya mohon bri sya petunjuk.wslm

    Ahwat

    23 September, 2010 at 17:24

    • Wa’alaikum salam wr.wb.

      Allah mengampuni semua dosa, kecuali syirik. Maka, untuk dosa syirik (menyekutukan Allah) hanya bisa dihapus dengan cara kembali kepada ajaran Tauhid yang benar,yakni meng-Esakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

      Kemudian, jika anda ingin menjadi muslimah yang baik dan benar maka, laksanakanla syariat (aturan) Islam secara kontinue (istiqamah/terus-menerus) hingga akhir hayat Anda. Dan syariat tersebut tercantum dalam rukun Islam (Shalat, puasa, Zakat, Haji bila mampu).

      Dan berbahagialah jika Anda merasa sedih dengan dosa-dosa yang Anda perbuat, karena itu menandakan bahwa Anda masih orang yang beriman.

      Dalam sebuah hadits disebutkan:
      Jika perbuatanmu yang baik itu dapat menggembirakan hatimu, dan perbuatanmu yang jahat itu menyusahkanmu maka, itu adalah tanda bahwa engkau adalah seorang mukmin. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Thabrani, Hakim, Baihaqi)

      Wassalam.

      Amir

      16 Oktober, 2010 at 15:54

  4. semoga allah dapat menilai kita sebagai hamba-hamba-Nya yg selalu di lindungi,,,,, amien..
    aku ingin bisa menjadi hamba allah yang taat kepadanya,tapi aku selalu melanggarnya,,,,mohon petunjuknya…wasalam

    Sandi Samad

    1 Februari, 2011 at 14:04

    • Gejala yang Anda alami sama dengan yang sedang menimpa keadaan diri saya, bahkan juga pada orang lain pada umumnya.

      Saya juga ingin menjadi hamba-Nya yang taat. Tapi, dengan adanya pengalaman melakukan perbuatan salah yang sering berulang akhirnya, saya menyadari bahwa saya (bahkan setiap orang!) tak akan bisa terlepas dari kesalahan. Inilah yang membuat saya sadar, bahwa saya tak akan bisa lepas dari “kemungkinan” untuk berbuat salah. Sebab itu, saya hanya menggunakan perinsip: “Kesalahan apapun yang saya lakukan maka, harus ditutup dengan taubat.” Mengapa? karena saya sadar bahwa, efek (dampak) dari perbuatan salah yang saya lakukan itu -cepat atau lambat- pasti akan menimpa saya sendiri. Dan agar saya tidak terkena dampak (takdir) buruk dari perbuatan salah (dosa) yang saya lakukan itu maka, tak ada cara lain kecuali dengan jalan TAUBAT.

      jadi, jangan pernah merasa bosan bertaubat… bahkan, sekalipun kita telah bersih dari dosa dan malas berbuat dosa.

      Taubat adalah salah satu ciri “kecintaan” seseorang terhadap dirinya. Taubat adalah kebutuhan rutin jiwa Anda, sebagaimana mandi yang merupakan kebutuhan rutin tubuh Anda tiap hari.

      Selamat mencoba.

      ****
      Impian setiap hamba, mengharapkan Ampunan dari Allah swt… Allah berfirman,
      “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Al-Baqarah: 222)
      “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53)

      sumber kutipan: http://www.facebook.com/group.php?gid=204502610920

      Amir

      5 Februari, 2011 at 12:34

  5. mantapp….

    nuruddin

    5 Maret, 2011 at 22:09

  6. Asslkm wr.wb
    Subhanallah.. .terima kasih atas informasinya, semoga Rahmat dan Keberkahan senantiasa Allah curahkan utk anda dan keluarga, serta orang2 yg dpt mengambil hikmah/manfaat dari tulisan anda. salam damai sepanjang hari utk semuanya.

    sony18

    30 Maret, 2011 at 02:15

  7. MULAI SEKARANG SAYA AKAN MENJADI ORANG BAIK………………..
    NAMA; KHAIRUL BAHRI
    SEKOLAH;MAN PEM,BANDAR
    SUMATERA UTARA
    KOTA PEM.SIANTAR
    ALAMAT JLN ASAHAN KM.17

    Reza Azhari

    10 Juli, 2011 at 01:21

  8. terima kasih banyak ya,insyallah sangat bermanfaat untuk saya

    benny

    21 Juli, 2011 at 10:57

  9. Assalamualaykum,
    Terimakasih telah membantu untuk lebih mengerti arti kebaikan…
    Ya Allah…. jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang sholih yang Engkau ridhoi…. Amin…
    Semoga Allah merohmati kita semua dengan kebaikan..

    awidiarta

    12 Agustus, 2011 at 23:51

  10. subhanawlloh allah masih sayang kepadaku sehingga aku dpat mmbuka situs ini dan mmbacanya trima kasih ya allah ampni dosa2 ku dn lindungilah mereka yang selalu meninggiakn namamu ya allah… trimakasih buat smunya amin…

    sukmala mala

    3 Januari, 2012 at 22:53

  11. subhanwloh allahuakbar

    sukmala mala

    4 Januari, 2012 at 00:11

  12. Ini sngt brmnfa’t skli buat ane, moga ane bsa bljar dri sini & dri skrng..

    Taufiq New Boyzz

    10 Januari, 2012 at 19:15

  13. Inspiratif mas amir,, trims,,

    Bramanta

    24 Januari, 2012 at 13:27

  14. saya mau jadi orang baik . . .

    tapi saya hanya terus berpura” . . .

    saya mau hidup tenang . . .

    ethernalblackforce

    11 Maret, 2012 at 11:11

  15. trimah kasih banyak Tuhan,,,,,,,,,,krn pagi aku mendapatkan berkat melelui coment ini,,,aku bisa tahu bagaimana caranya aku menjadi orang yg lebih baik,Trima kasih Tuhan3x…………..

    losmargimata@yahoo.com

    22 Maret, 2013 at 08:19

  16. trimakasih

    lovebluedevil69

    28 Juni, 2013 at 14:38

  17. assalamualaikum,terimakasih atas informasix, Aq sangat beruntung bisa membuka situs ini.mudah”an aq dpt mengamalkanx dlm kehidupan sehari-hari.amiennn.

    Apakah menjadi orang baik, kita harus lebih pendiam..?? karena ada ungkapan yg menyatakan bahwa Diam itu emas bagi wanita dan suara wanita adalah aurat. mohon penjelasannya.!! Asslkm…

    Nur hafizhah

    19 Oktober, 2013 at 19:39


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: